
Mayang Sari, penyanyi asal Purwokerto yang satu ini emang lagi heboh diomongin dimana-mana. Ya di infotainment, di tabloid gossip, di koran-koran lokal maupun nasional … pokoknya dimana-mana!
Tapi sayangnya, namanya jadi buah bibir bukan karena prestasinya di bidang nyanyi –yang emang nggak terlalu istimewa-, tapi justru karena dia mengakui secara blak-blakan bahwa dia adalah ‘istri resmi’ dari Bambang Trihatmodjo yang saat ini masih berstatus sebagai suami dari wanita cantik berdarah ningrat, Halimah Kamil.
Mungkin hampir sama dengan kebanyakan masyarakat –terutama wanita- di luar sana, aku 100% geregetan liat kelakuan Mayang Sari yang seolah ngeledek Halimah tersebut!
Kok ya tega-teganya? Kok ya bisa-bisanya?
Sejujurnya, Mayang Sari yang aku kenal amat sangat jauh berbeda dengan Mayang Sari yang sekarang. Dua puluh tahun yang lalu, aku dan kakakku sempet temenan ama dia karena kami sama-sama tinggal di Purwokerto (Papa sempet beberapa taun bertugas sebagai dokter di kota kecil tersebut -dan muter2 ke beberapa kota laennya- sebelum akhirnya dipindah ke Semarang lagi sebagai Direktur RS Kariadi).
Pertemanan kami berawal karena Mayang Sari sering ikut lomba nyanyi dimana Mama menjadi salah satu jurinya. Dulu, di Purwokerto trio juri yang sering diminta untuk menilai lomba nyanyi adalah Mama-ku –yang kebetulan emang mantan penyanyi di era 70-an, seangkatan ama Titiek Sandhora, Tetty Kadi etc-, Tante Pudjono –guru les pianoku- dan satu lagi Oom siapa gitu, aku lupa namanya.
Nah, trus saking seringnya Mayang ikut lomba nyanyi yang diadain di Purwokerto, akhirnya Mama hafal ama dia. Selaen karena suaranya yang emang bagus –at least untuk katagori lomba-, tingkah lakunya juga santun.
Tiap kali maen ke rumah –biasanya ada hubungannya ama kegiatan nyanyi- sikapnya juga nggak serampangan. Makanya, saat nama Mayang Sari mencuat ke media massa dan dikabarin sebagai perusak rumah tangga orang, Mama cuma bisa geleng-geleng kepala. Betapa ternyata waktu (dan harta) bisa merubah seseorang sedemikian drastisnya ...
Sangat disayangkan, sebetulnya!
Foto.
Pengen tau Mayang Sari yang mana di foto itu?
Dia yang pake celana panjang putih dan baju warna kuning, yang berdiri di sebelah kiri.
Yang pake kacamata ...
Beda banget ama sekarang gak, sih?
(klo ukuran foto-nya dianggap kekecilan, itu emang aku sengaja-in! maksudnya, biar Mayang Sari nggak terlalu malu liat foto 'masa lalu'nya.)
Tapi sayangnya, namanya jadi buah bibir bukan karena prestasinya di bidang nyanyi –yang emang nggak terlalu istimewa-, tapi justru karena dia mengakui secara blak-blakan bahwa dia adalah ‘istri resmi’ dari Bambang Trihatmodjo yang saat ini masih berstatus sebagai suami dari wanita cantik berdarah ningrat, Halimah Kamil.
Mungkin hampir sama dengan kebanyakan masyarakat –terutama wanita- di luar sana, aku 100% geregetan liat kelakuan Mayang Sari yang seolah ngeledek Halimah tersebut!
Kok ya tega-teganya? Kok ya bisa-bisanya?
Sejujurnya, Mayang Sari yang aku kenal amat sangat jauh berbeda dengan Mayang Sari yang sekarang. Dua puluh tahun yang lalu, aku dan kakakku sempet temenan ama dia karena kami sama-sama tinggal di Purwokerto (Papa sempet beberapa taun bertugas sebagai dokter di kota kecil tersebut -dan muter2 ke beberapa kota laennya- sebelum akhirnya dipindah ke Semarang lagi sebagai Direktur RS Kariadi).
Pertemanan kami berawal karena Mayang Sari sering ikut lomba nyanyi dimana Mama menjadi salah satu jurinya. Dulu, di Purwokerto trio juri yang sering diminta untuk menilai lomba nyanyi adalah Mama-ku –yang kebetulan emang mantan penyanyi di era 70-an, seangkatan ama Titiek Sandhora, Tetty Kadi etc-, Tante Pudjono –guru les pianoku- dan satu lagi Oom siapa gitu, aku lupa namanya.
Nah, trus saking seringnya Mayang ikut lomba nyanyi yang diadain di Purwokerto, akhirnya Mama hafal ama dia. Selaen karena suaranya yang emang bagus –at least untuk katagori lomba-, tingkah lakunya juga santun.
Tiap kali maen ke rumah –biasanya ada hubungannya ama kegiatan nyanyi- sikapnya juga nggak serampangan. Makanya, saat nama Mayang Sari mencuat ke media massa dan dikabarin sebagai perusak rumah tangga orang, Mama cuma bisa geleng-geleng kepala. Betapa ternyata waktu (dan harta) bisa merubah seseorang sedemikian drastisnya ...
Sangat disayangkan, sebetulnya!
Foto.
Pengen tau Mayang Sari yang mana di foto itu?
Dia yang pake celana panjang putih dan baju warna kuning, yang berdiri di sebelah kiri.
Yang pake kacamata ...
Beda banget ama sekarang gak, sih?
(klo ukuran foto-nya dianggap kekecilan, itu emang aku sengaja-in! maksudnya, biar Mayang Sari nggak terlalu malu liat foto 'masa lalu'nya.)