[Prakarya Daur Ulang] Memanfaatkan Kertas Bekas


Bagi yang selama ini rajin mengikuti postingan-postingan saya di Random Snippets pasti tahu bahwa saya cukup sering membuat prakarya dari barang-barang bekas. Nah, kali ini saya akan membagi langkah-langkah menyulap kantong belanja kertas (paper bag) -bahkan yang sudah kusut sekalipun- menjadi sebuah hiasan gantung (wreath) yang keren.


BAHAN:
- Kantong belanja coklat (atau bisa juga pakai majalah bekas), pokoknya yang penting kertas
- Card box yang lumayan tebal (saya memakai dus bekas wadah botol jus)
- CD bekas
- Gunting
- Glue Gun
- Spidol, pensil 
- Pita, tali, atau apapun terserah yang penting bisa dipakai buat ngiket gitu

CARA:
1 Membuat base
Jiplak CD di atas card box tebal. Gunting sesuai pola. Buat lingkaran dengan diameter lebih kecil diatas cardbox yang barusan digunting tadi (saya pake gelas, demi alasan kepraktisan. Ketimbang ribet nyari jangka). Potong sesuai pola. Hasil akhir akan menjadi seperti yang tertera di gambar no 4. Cardbox ini akan kita pakai sebagai alas untuk menempelkan gulungan kelopak bunga.


2 Menyiapkan kelopak bunga
Remas-remas paper bag sampai kusut. Saya sengaja melakukannya untuk mendapatkan tekstur yang lebih alami. Setelah tercapai level kekusutan yang diinginkan, buka remasan kertas, ratakan kembali. Buat pola spiral diatas kertas, gunting sesuai garis. Notes: saya cuma satu kali menggambar pola spiral diatas kertas. Selanjutnya saya mengandalkan feeling aja gitu, dengan mengguntingnya tanpa memakai pola. Lebih praktis.


Gulung spiral dari ujung luar menuju ke pusat (arah dalam). Ulangi proses tersebut sampai tercapai jumlah kelopak yang dinginkan. Dalam kasus saya: butuh sekitar 23-25 buah kelopak bunga (berbagai ukuran). Ou,   lebar kertas yang saya pakai ukurannya bervariasi. Yang paling besar 20x20 cm, yang terkecil sekitar 12x12cm. Yang perlu dicatat: saya nggak memakai ukuran pasti untuk masing-masing lebar kertas. Lebih messy lebih bagus.

3 Menata kelopak bunga
Setelah semua kertas selesai digulung, mari kita mulai menatanya diatas cardbox. Jangan lupa beri lubang kecil diatas cardbox untuk menyelipkan pita. Dengan menggunakan glue gun, lem saya tembakkan diatas cardbox baru kemudian kelopak bunga saya tekan diatas lem tersebut. Tips: Mulailah dari kelopak bunga yang besar baru kemudian beranjak ke kelopak bunga yang lebih kecil. 


Lakukan sampai seluruh cardbox tertutup kelopak bunga. Atau kalau mau lebih kreatif, sisakan sebagian ruangan sehingga tekstur cardbox masih terlihat. Selipkan pita di lubang yang telah kita siapkan sebelumnya. Ikat membentuk pita. Wreath siap digantung.


(iya, saya belajar step by step bikin Paper Rose kayak begini dari blog beliau)

Honey, I Shrunk My Body!


After an intense workout for about two months (Feb-March 2013), I have lost 12cm of my waist, 7cm of my thigh circumference, and 6kg of my weight. 

What I meant by an intense workout is swimming almost everyday (except Sat&Sun) for 50 minutes nonstop. Okay, not really nonstop, though. Because I have to catch my breath for about 30 seconds every four-six laps. 

On Tue and Thu I usually go to the pool (6 blocks from my house) around 7 in the morning after preparing breakfast for my kids and lunchbox for my husband. Well, ocassionally I skip that job (cooking the meal) and hand over it to my husband if I wake up late. *grin*. Btw, it takes me about 30-45 minutes to go there by bike or on foot.

Since I don't really like the gym&fitness things (probably not yet), I do jogging in the treadmill for only about 30 minutes per day (just enough to burn 150-300 calories).

So, here I said it. If you want to shrink your body or just to maintain your ideal weight (I know, some people have such a privilege of not gaining weight no matter how much they ate. Better I envy those people, LOL), maybe you can do just like what I do.

Have a healthy life!
And good luck.

-Vina Revi-
'Random Snippets'
April, 2013

ps. Title inspired by 'Honey, I Shrunk The Kids' movie

Jiro Ono, Master of Sushi


I watched David Gelb's latest documentary titled: Jiro Dreams of Sushi a couple months ago. It's about Mr.Jiro Ono (82 years old) who for the last seventy five years has been mastering the technique of making Sushi. His small restaurant can only take 10 people at a time and we have to book three months ahead of time before we can get a seat. And even we get the seat, we have to pay for about USD 400 (4.2 juta perak aja gitu) for 12 pieces of fresh sushi.

Anyway, what i love about the film is that it's full of 'kata-kata mutiara' -kalau nggak mau dibilang petuah- from the Master. One of the good sayings from him that i still remember is below:



Because it just reminds me of how my Papa and Mama raised their kids (which is me and my big sister and li'l brother) with the passion of food.

Even when the term of 'wisata kuliner' wasn't yet spread widely which is popularized by an Indonesian Food Maestro, Oom Bondan Winarno (one of my Mom's childhood friends) in early 2000, I already experienced that kind of 'activities' since i was a child (in 70's).

Anyway, back to Jiro.
So, yes. Couldn't agree more with what he said.

"In order to make a delicious food, you indeed have to eat one"

Pareng.


-Vina Revi-
January 30, 2013

ps. Photo taken from unsungfilms, edited with an additional quote by me