Showing posts with label resep. Show all posts
Showing posts with label resep. Show all posts

Dak-kang-jeong: Ayam ala Korea

Meskipun udah hampir setahun meninggalkan Korea (karena harus bedhol desa ke Australia), ternyata sampai detik ini anak-anakku masih sering kangen makanan-makanan Korea. Apalagi Keiva (si bungsu) yang notabene memang lahir dan dibesarkan disana. Lidahnya telanjur Korea, kayaknya. Ehk. Jadi memang susah hilapna.

Maka akhirnya sang emak pun sibuk nyari-nyari resep 닭강정 (Dak-kang-jeong): Ayam Goreng ala Korea yang berbalut soysauce dan brown sugar. Yup. Mari kita mulai dengan masakan (Korea) yang simple dulu, yes. Karena pssst --ini rahasia diantara kita--: selama 8 tahun tinggal di Seoul, aku hampir enggak pernah masak makanan Korea. Jadi kalau pas pengen makan makanan Korea ya langsung ngesot ke restoran aja gitu. Kebetulan kami sekeluarga memang doyan jajan, soalnya. Halagh.

Dan in case ada yang nanya: "Jadi lalu kenapa di Melbourne enggak jajan di restoran Korea aja ketimbang repot bikin sendiri?" Maka jawabannya: Kalau dulu jaman di Seoul mah emang beneran kami tinggal ngesot aja gitu kalau mau apa-apa dan kemana-mana. Semuanya serba deket karena apartment kami terletak di tengah kota (ke Lotte World 5 menit, ke Dongdaemun 20 menit, ke Hangang Tukseom 8 menit, you get the idea). Tapi setelah pindah ke Melbourne dan (syukurlah) akhirnya menemukan rumah yang nyaman di suburb, kayaknya kok memang agak rempong kalau harus selalu ngesot ke city timbang pengen ng-Dak kang jeong.

Anyway.
Maka inilah resep si 닭강정 hasil nyari-nyari tersebut (bukan googling karena ini aku temukan di majalah lama yang somehow kebawa di salah satu dus buku yang aku shipping ketika pindahan).

Meskipun jujurly kalau dilihat dari citarasa aku mengaku bahwa ternyata masih lebih enak Dak-kang-jeong bikinan si bapak Gamaro Chicken di bawah apartement kami dulu jaman masih di Seoul. Ehk. Tapi sekadar untuk obat rindu (tsaah, rindu!), bolehlaaaah ...

Yuk, resepnya.


Bahan:
1-2 butir telur ayam (tergantung besar kecilnya)
2 sdm minyak sayur
7-8 buah sayap ayam, potong 2
minyak sayur, buat menggoreng

Bahan kering (aduk rata):
75 gr tepung terigu
40 gr tepung maizena
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk (aku pake merica hitam)
1/4 sdt soda kue
1/2 sdt cabai bubuk (chilli flakes)

Saus:
150 ml air
125 gr brown sugar
6 cm jahe, iris tipis
2 1/2 sdm kecap asin (soy sauce)
1 1/2 sdm cuka

Taburan:
chilli flakes
wijen
walnut panggang, cincang

Cara:
Campur bahan kering, telur dan minyak.
Gabrukkin ayam, balik-balikkan sampai ayam tertutup adonan.

Goreng ayam dalam minyak banyak dan panas sampai matang dan kecoklatan. Angkat. Tiriskan di atas kitchen paper atau serbet bersih. Sisihkan.

Saus: Didihkan semua bahan kecuali cuka. Angkat. Tambahkan cuka dan ayam. Aduk sampai semua ayam kena balutan saus.

Taburi bahan taburan. Sajikan hangat.

Happy cooking!



Resep nyontek dari : FEMINA No.08/XLII, 22-28 Februari 2014, hal 90.

Nasi Tumis Daging Kukus

Setiap kali punya stock daging cincang, bawaannya tuh pengen bikin Bakso aja. *ada yang gitu juga kah?* Tapi berhubung yang doyan (banget) Bakso di rumah cuma saya dan Keiva, maka harus ada kompromi lah, ya. Dan ini adalah salah satu olahan daging cincang yang biasa saya jadikan alternatif: Nasi Tumis Daging Kukus. Untuk mengakomodasi lidah suami saya yang sangat Jawa dan cenderung menyukai citarasa manis. Sementara untuk Kakak? Ehk, tetep western style ... *chef-nya puyeng, tapi bahagia*

Maka inilah.Semoga bermanfaat.




NASI TUMIS DAGING KUKUS
Bahan.
300 gr beras (sekitar 2 cup)
500 ml air

Tumisan.
2 sdm minyak goreng
3 butir bawang merah, iris
2 siung bawang putih, iris
2 buah cabai merah besar, iris (bisa di-skip kalo nggak suka)
250 gr daging sapi cincang
3 lembar daun jeruk
5 sdm kecap manis
garam dan merica secukupnya 
1 batang wortel, serut
1 batang daun bawang, iris
500 ml santan
4 butir telur rebus matang, iris (bisa di-skip)

CARA.
1. Siapkan wadah. Kalau saya, pake pinggan tahan panas ukuran 20x20cm atau yang bundar diameter 18cm.
2. Nasi: Masak beras dengan air hingga menjadi nasi aron*, angkat.
*detail: beras ditaruh di panci, masukkan air, rebus dengan api sedang sampai air menyusut sambil sesekali diaduk (tapi jangan terlalu sering, ntar jadi bubur). 
3. Tumisan: panaskan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih dan cabe merah (kalo pake) sampai layu. Masukkan daging cincang, masak sampe berubah warna. Masukkan daung jeruk, kecap manis, garam dan merica bubuk, aduk rata. Masukkan wortel dan daun bawang, aduk rata. Masak sampe matang, angkat.
4. Penyelesaian: Ambil wadah, isi 1/3 bagian dengan nasi aron, tuangkan 1/2 bagian tumisan, tata irisan telur, tutup dengan nasi aron hingga 2/3 penuh, tuangkan santan sampai hampir penuh, tutup dengan tumisan daging dan kukus selama 30 menit, angkat.
5. Tutup dengan aluminium foil.

Happy cooking!

Source: 30 Menu untuk 1 Bulan karya Sisca Soewitomo, Penerbit Gramedia (2009), hal 30.

Vanilla Cupcake with Creamcheese Frosting

Sekitar dua tahun yang lalu, secara impulsive saya beli mini cake pan bertema 'Zoo Friends' di Costco. *iya, di Korea ada Costco juga, kok. Bukan hanya di Amerika. Just saying* Mini cake pan ini produksi Nordic Ware, made in the USA. Anyway, selama dua tahun itu pula si mini cake pan nganggur nggak pernah saya buka dusnya, let alone dipake. Ehk. Ini memang bentuk suatu impulsive buying yang sebaiknya jangan ditiru sih, ya.

Tapi akhirnya seminggu yang lalu, ketika saya beberes lemari dapur dan melihat kembali dus berisi mini cake pan ini, saya tergerak untuk memanfaatkannya. Dan ternyata di balik kemasan dus-nya tertera resep Vanilla Zoo Animals. Saya pikir, apa salahnya dicoba? Siapa tahu enak.

Ternyata enak, Sodara.
Cuman memang hasil bakingan saya nggak semulus yang tertera di dalam kemasan. Meskipun bentuk masing-masing hewannya masih keliatan. Sehingga dua pertiga adonan yang masih tersisa saya cetak pake papercup dan dipanggang memakai loyang muffins biasa aja. Lalu karena saya males bikin icing (untuk menghias si animal cake itu tadi), akhirnya saya membongkar resep lama untuk mencari rujukan Creamcheese Frosting.

Maka inilah.
Vanilla Cupcake with Creamcheese Frosting.
Ou, dan btw si animal cake itu akhirnya belum saya hias dengan icing sampe hari ini. Dan kayaknya sih bakal saya gabrukkin creamcheese frosting aja kali, ya. Ehk.


VANILLA CUPCAKE with CREAMCHEESE FROSTING
Bahan cupcake.
2 1/4 tepung terigu
3/4 cup (resep asli memakai 1 2/3 cup) gula 
2 sdt baking powder
3/4 sdt baking soda
1/2 sdt garam
1 cup butter, suhu ruangan
1 cup sourcream (resep asli memakai vanilla yogurt)
4 butir telur
2 sdt vanilla extract

CARA.
Panaskan oven 175 C.
Di mangkuk ukuran sedang, aduk rata tepung, gula, baking powder, baking soda dan garam. Sisihkan. Di mangkuk besar, mixer butter, sourcream, telur dan vanilla extract. Secara bertahap tambahkan campuran tepung, sambil sesekali pinggiran mangkuk di-scrap. Mixer dengan kecepatan sedang selama 5 menit (di resep asli 1 menit. Tapi berhubung mixer saya ukurannya kecil, jadi saya tambahi sampai 5 menit).

Tuang adonan ke dalam paper cup yang udah ditata di dalam loyang muffins. Isi sampai 3/4 penuh. Panggang selama 18-20 menit. Keluarkan dari oven. Check kematangan dengan cara menusukkan tusuk gigi atau cake tester (bisa dibeli di toko peralatan baking) di bagian tengah cupcake.

Biarkan kue dingin di dalam pan selama 10 menit. Habis itu baru pindahin paper cup diatas cooling rack dan biarkan sampe benar-benar dingin.

CREAMCHEESE FROSTING
Bahan.
450 gr creamcheese
120 gr butter, suhu ruangan
125 gr gula halus (Resep asli memakai 250gr. Tapi berhubung saya udah nggak doyan citarasa kue yang manis legit, maka jumlahnya saya kurangi sampai 50%)
5 ml vanilla extract

CARA.
Cream butter dan creamcheese sampai halus dan rata. Masukkan vanilla. Mixer lagi. Masukkan gula halus. Mixer sampai tercampur rata dan adonan halus.

Penyelesaian: Masukkan creamcheese frosting ke dalam piping bag, encrutin diatas cupcake yang sudah dingin. Simpan dalam lemari es. Sajikan dingin. Yummy markimi!



Happy cooking,
Vina Revi

Chocolate Banana Muffins

Yang kenal saya jaman sejak di Multiply pasti ngeh bahwa saya demen banget mengolah pisang ndalu. Jadi pisang yang kulitnya sudah berbintik-bintik hitam itu dagingnya sangat empuk. Not particularly busuk. Dan yang jelas, oke banget kalo mau diolah jadi kue. Ini salah satu favorit anak-anak saya di rumah: Banana Choco Cupcake. Selain Pudding Pisang yang pake heavycream yang juga surga itu.

Kalau kalian, biasanya pisang ndalu dibikin jadi apa?



CHOCOLATE BANANA MUFFINS
(iya, yang di foto itu saya keliru nulis dengan 'cake'. Tapi biarlah. hihi)
Bahan.
250 gr tepung terigu, ayak
120 gr gula kastor (resep asli memakai 150 gr)
1 1/2 sdt baking powder
1/4 sdt garam
3-4 buah pisang ndalu, haluskan
2 butir telur
100 gr mentega tawar, lelehkan
1/4 sdt vanilla bubuk
100 gr chocolate chips

Cara.
1. Panasin oven suhu 180 C. Campur tepung terigu, gula kastor, baking powder dan garam, aduk rata, sisihkan.
2. Dalam mangkuk lain, masukkin pisang lumat, telur, mentega leleh dan vanilli, aduk pake spatula sampe tercampur rata (nggak usah terlalu nepsong ngaduknya), trus masukkan ke dalam adonan tepung.
3. Tambahin choco chips ke dalam adonan tepung, aduk dalam 4-5 kali adukan asal tercampur.
4. Masukkan adonan ke dalam loyang yang sudah dialasi paper cup sampai 2/3 penuh.
5. Panggang dalam oven selama 25 menit sampai matang, angkat. Biarkan di dalam loyang selama 5 menit, keluarkan kue dari loyangnya. Pindahin ke rak kawat, biarkan sampai benar-benar dingin.

Happy cooking!

Source: Seri Masak FEMINA, PRIMARASA Favorit Keluarga, Masakan Kesukaan Anak, hal 40.

Chicken Katsu 'adaan'

Chicken Katsu yang ini beda dengan resep kebanyakan karena di dalamnya ada isinya. Maka saya sebut 'adaan'. Karena 'ada' isinya aja gitu, pan. Maka adaan lah jadinya.

Btw, di resep asli sebenarnya disuruh digoreng. Tapi karena hampir lebih dari empat tahun belakangan ini kami berusaha mengurangi minyak, maka finishingnya saya oven aja. Ternyata hasilnya tetep enak dan renyah. Berminat nyobain? 

Maka inilah.
Semoga bermanfaat.



CHICKEN KATSU ADAAN
4 potong fillet dada ayam 
2 butir telur
100 gr tepung panir putih kasar
minyak untuk menggoreng

Perendam: campur jadi satu
3 sdm kecap jepang (shoyu) --kalo nggak ada boleh diganti kecap asin biasa--
2 sdm mirin 
1 siung bawang putih, cincang

Isian (adaan-nya):
25 gr margarine
150 gr jamur kancing, iris tipis (kalo pake yang kalengan, tiriskan, lalu iris tipis)
20 gr tepung terigu
200 ml susu cair
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
50 gr keju cheddar, parut (saya pake Monterey Jack Cheese)

CARA.
1. Iris melintang fillet dada ayam menjadi 2 bagian melebar tapi jangan sampai putus. Pukul-pukul dengan pemukul daging supaya daging agak tipis (saya pake rolling pin aja. Soalnya nggak punya pemukul daging). Campur dengan bahan perendam, biarkan minimal 30 menit biar bumbu meresap.
2. Isi: panasin margarin dalam wajan, tumis jamur sampai lau, masukkin tepung terigu, aduk. Tuang susu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan pengocok kawat agar tidak berbutir-butir. Bubuhi garam, merica dan keju, aduk rata, angkat. Bagi adonan menjadi 4 bagian.
3. Bentangkan fillet ayam, taruh 1 bagian adonan isi diatasnya. Katupkan sehingga isi terletak di tengah.
4. Kocok telur asal campur (kocok lepas). Celupkan fillet ayam isi ke dalamnya, lalu gulingkan ke dalam tepung panir hingga rata. Lakukan dengan hati-hati agar isi nggak berantakan.
5. Panaskan oven 180 C. Tata fillet ayam di dalam loyang. Beri jarak diantaranya. Panggang selama 30 menit atau sampai matang. Potong-potong setebal 2 cm, sajikan.

Happy cooking,
Vina Revi

ps. Resep dari buku Seri Masak Femina PRIMARASA, Lunch Box Lezat & Praktis, Jan 2005, hal 8



Brownies Mekar


Ini semacam brownies kukus A yang sangat ngetop di Bandung itu. *eh, masih laku nggak, sih? Ehk. Soalnya terakhir beli disana sekitar tujuh tahun yang lalu* Hanya saja bentuknya dibikin kayak bolu kukus sehingga mekrok gitu instead of persegi panjang atau bujur sangkar seperti lazimnya brownies. 

Resepnya dari Ny.Liem, ceunah. Saya sendiri belum sempet googling gimana fakta sebenernya. Ini hasil dari buka primbon, soalnya. Tapi yang jelas, dijamin berhasil. Saya udah bikin ini lebih dari lima kali dan selalu mekrok. Beda sama BolKus yang katanya penuh dengan kutukan itu. Ehk.

Anyway, maka inilah.
Semoga bermanfaat dan good luck!

BROWNIES KUKUS MEKAR
Bahan A.
200 gr gula halus (saya kurangi menjadi 125 gr)
2 butir telur
160 ml air (bisa diganti susu)
1/2 sdt vanilla extract

Bahan B.
200 gr tepung terigu
50 gr coklat bubuk
1/2 sdt garam
1 sdt baking powder

Bahan C.
10 gr emulsifier (saya pake TBM)

CARA.
1. Kocok bahan A pake mixer selama 5 menit.
2. Masukkan bahan B, kocok dengan speed rendah sampai rata
3. Tambahkan bahan C, kocok 15 menit (saya sampai 30 menit karena hand mixer saya kecil) pake high speed.
4. Tuang ke dalam cetakan bolu kukus, isi sampai penuh.


5. Kukus selama 30 menit. Angkat. Sajikan hangat atau dingin.

Happy cooking,
Vina Revi

Pecan Brownie Muffins

Habis beberes lemari dapur dan menemukan satu stoples berisi pecan. Akhirnya buka-buka koleksi buku resep untuk mencari inspirasi. And voila! Pecan Brownie Muffins it is.


Sumber resep: buku Easy Muffins, Paragon Books (2010), hal 54.

Bagi yang rajin baca Random Snippets, mungkin udah tahu bahwa hampir semua resep jumlah gulanya akan selalu aku kurangi dari resep aslinya. Demikian juga Pecan Brownie Muffins yang ini. Modifikasi bahan yang aku lakukan akan diberi tanda ** (bintang). Selanjutnya untuk melihat resep asli silakeun merujuk pada catatan di akhir resep.

Maka inilah. 
Happy cooking!

PECAN BROWNIE MUFFINS
Bahan.
115 gr pecans
100 gr tepung terigu
100 gr gula kastor** (atau bisa juga pake granulated sugar yang diblender lagi)
1/4 sdt garam
1 sdm baking powder
150 gr butter**
115 gr coklat plain
4 butir telur, kocok lepas
1 sdt vanilla extract

CARA.
1 Panaskan oven 200 C. Tata paper cup diatas loyang muffins. Sisihkan 12 biji pecan dan cincang kasar sisanya.
2 Ayak tepung terigu, gula kastor, garam dan baking powder ke dalam mangkok, buat lubang di tengahnya. Lelehkan butter dan coklat (dijadiin satu) di panci kecil pake api kecil, aduk sesekali. Tuang ke adonan tepung dan aduk sampai tercampur rata.
3 Tambahkan telur yang udah dikocok lepas dan vanilla extract. Aduk perlahan asal kecampur (jangan sampe over-mix). Gabrukkin cincangan pecan.
4 Tuang adonan ke dalam loyang muffin yang udah dikasih paper cup, taruh biji pecan diatas masing-masing adonan. Panggang selama 20-25 menit.


5 Biarkan muffins di dalam loyang selama 5 menit, baru kemudian dihidangkan dalam kondisi hangat atau biarkan di atas wire rack sampai dingin. Yummy markimi!

Catatan.
Modifikasi yang aku lakukan adalah mengurangi jumlah gula dan butter. Dibawah ini adalah jumlah yang tertera pada resep asli. Jadi monggo silakeun dipilih sendiri akan memakai resep yang mana, ya. 
** gula kastor: 175 gr
** butter: 225 gr

Sumpe, ini nggak kayak cheese muffin yang biasanya!

Jadi ya komentar setiap tamu yang saya suguhi Cheese Muffin ini rata-rata selalu sama,"Boleh minta resepnya?" Intinya: memang enak (pake banget) aja gitu. 

Sebagai catatan: saya kenal resep ini sejak tiga tahun yang lalu (2011) dari blognya Ann Low dan sudah membuatnya entah berapa puluh kali. Tapi semakin kesini, banyak modifikasi bahan yang saya lakukan. Terutama jumlah gula dan butter. Bukan karena resepnya Ann jelek atau gimana, melainkan lebih ke soal cutting the calorie aja. Jadi kalau kalian nggak ada calorie issue kayak saya itu, monggo silakan membuat si mufin sesuai resep aslinya. Yang jelas, keduanya sama enaknya. ^^

Maka inilah. Semoga bermanfaat.

------------------------------------------------


Catatan.
Modifikasi yang saya lakukan:
- Butter saya kurangi menjadi 150 gr
- Gula saya kurangi menjadi 100 gr
- Saya pake Monterey Jack Cheese yang jumlahnya saya tambah menjadi 100 gr. Ehk, bisa jadi ini salah satu kuncinya kenapa tamu-tamu saya pada merem melek. ^^

Demikian.
Happy baking!

Bolu Kukus Tuna

Makin kesini saya memang makin nggak tahan manis. Jadi aja lebih sering nyari-nyari resep (dan kemudian masak) cemilan yang bercitarasa gurih. 

Nah, Bolu Kukus Tuna ini termasuk salah satu diantaranya. Ou, bagi yang nggak suka tuna, isiannya bisa diganti daging cincang sapi atau ayam. 

Bahan:
2 butir telur
15 gr roti tawar, panggang sampai kering, haluskan
50 gr gula pasir
50 gr tepung terigu

Isian.
100 gr tuna kalengan (buang airnya)
1/2 buah bawang bombai ukuran kecil, cincang halus
1/8 sdt merica halus
1/4 sdt garam (atau sesuai selera)
2 sdm minyak, untuk menumis

CARA.
1. Bikin isiannya dulu: panaskan minyak, tumis bawang bombai dan tuna. Masukkin bumbu-bumbu, beri sedikit air, masak sampai kering. Angkat. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai putih. Masukkin tepung terigu dan roti tawar yang udah dihaluskan, kocok sampai tercampur rata. 
3. Panaskan panci pengukus. Tips: tutup panci dibungkus lap bersih supaya airnya nggak menetes ke adonan. 
4. Tuang adonan ke dalam cetakan-cetakan kecil (saya pake cetakan bolu kukus) yang sudah dialasi cup kertas. Tips: pilih cup kertas yang ada lapisan anti lengketnya biar nantinya lebih gampang dibuka.


5. Gabrukkin 1 sdm adonan isi diatasnya. Kukus sampai matang selama kurang lebih 20 menit.

Resep: dimodifikasi dari buku Camilan Gurih Dari Roti Tawar (Bolu Kukus Daging, hal 46) karya Faiza Hermain, Gramedia, 2003.

Nasi Praktis Jamur Udang

Nggak ada yang lebih menyenangkan selain memasak zonder ribet. Dan hal tersebut sangat bisa dilakukan salah satunya dengan cara mendayagunakan rice cooker. Jadi semua bahan tinggal gabruk-gabrukkin ke rice cooker, pencet tombol cook and voila! makanan yummy markimi pun langsung matang dalam waktu singkat. Dan yang jelas: peralatan bekas masak yang harus dicuci/dibersihkan menjadi jauh lebih sedikit. Score!

Nah, ini salah satu varian nasi praktis yang bisa dicoba.


Bahan:
100-150 gr jamur (bisa diganti fillet ayam, kalau lebih prefer daging), potong-potong
4 sdm margarine, untuk menumis
2 siung bawang putih, cincang halus
1/2 buah bawang bombay, cincang 
150 gr udang ukuran sedang, kupas kulitnya, buang ekornya (bisa di-skip kalo nggak ada)
1 buah wortel ukuran kecil (sekitar 100 gr), potong dadu 1/2 cm
500 gr beras, cuci bersih, tiriskan
2 sdt kaldu bubuk, larutkan dalam 500 ml* air panas 
1/2 sdt garam (atau sesuai selera)
1/4 sdt merica bubuk (bisa ditambah sampai 1 sdt, jika suka pedes)
15-20 buah telur puyuh**, rebus, kupas 
2 sdm bawang goreng, untuk taburan

note.
*500 ml air: jumlah air sangat tergantung pada jenis beras yang dipakai. FYI: saya tinggal di Seoul, Korea, dimana rata-rata berasnya sangat pulen. Sehingga dengan air 500ml pun nasi sudah empuk. Jadi, monggo silakeun jumlah air disesuaikan dengan seberapa banyak air yang biasa dipakai masing-masing ketika menanak nasi. Sebagai guideline: berkisar antara 600-750ml.
**telur puyuh: beli yang udah mateng aja (dalam kemasan), biar lebih praktis

CARA.
1. Panaskan margarine dalam wajan, tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum dan matang. Masukkan jamur dan udang, masak sampai udang berubah warna. Tambahkan wortel dan beras, aduk rata.


2. Pindahkan campuran beras ke dalam rice cooker. Tuangi larutan kaldu, tambahkan garam dan merica, aduk rata. Tekan tombol untuk memasak (cook), masak hingga nasi matang.



3. Masukkan telur puyuh, aduk rata. Tekan lagi tombol cook sampai nasi matang (warm). Sajikan dengan taburan bawang goreng.


Dadah, Warung Pizza!

Bikin pizza sendiri itu nggak susah. Beneran.
Asal ngerti teknik ngulenin adonan yang benar, memakai ragi yang tepat dan memilih resep yang bisa dipercaya (serta sesuai selera, tentunya), maka saya jamin 100% nggak akan ada kata gagal dan atau susah. Malah bisa jadi setelah satu kali berhasil maka akan ketagihan bikin lagi dan lagi dengan berbagai topping yang berbeda. 

Nah, resep yang saya bagi dibawah ini adalah Homemade Pizza Bayam&Tuna. Dimana dough-nya saya nyontek dari buku 'Variasi Hidangan Telur' (PT.Primamedia Pustaka, 2003), hal 14. Sementara untuk toppingnya, saya ngarang sendiri. Karena kebetulan anak sulung saya doyan tuna dan keju. Jadi aja saya mengkombinasikan keduanya untuk dijadikan topping. Tapi kalau cuma tuna dan keju aja yang digabrukkin tentunya warna pizzanya akan monoton. Jadi aja akhirnya saya tambahin sobekan bayam biar ada sedikit ijo-ijonya gitu.

Baiklah.
Ini resep komplitnya, ya.
Semoga bermanfaat.



HOMEMADE PIZZA BAYAM&TUNA ala Vina Revi
Resep dough.
150 gr tepung terigu
1 sdt ragi instant
1 sdt gula pasir
1 sdt garam
15 ml olive oil (bisa diganti pake minyak sayur biasa)
75 ml air



Cara.
1. Campur tepung terigu, ragi instant, gula pasir dan garam di dalam mangkuk ukuran besar. Buat lubang (pake jari) di tengah campuran tepung, tuangi minyak, uleni sampai kalis sambil dituangi air sedikit-sedikit.

Nah, cara untuk ngtest adonan udah kalis atau belum adalah ambil sejumput adonan, trus dilebarin dengan cara ditarik. Kalau nggak sobek, adonan udah cukup kalis. Tapi kalau masih sobek, uleni lagi sampai bener-bener kalis.
Saya ngulenin adonan hampir 15 menit aja gitu. Itupun pake tambahan acara ngbanting-banting adonan segala. Karena lama aja kalisnya. Dan setelah dibantu dengan bantingan, adonan lumayan nurut. Bisa jadi ini karena saya aja yang kurang tenaga ketika ngulen kali, ya. Tapi intinya adalah pilihlah metode yang paling oke buat masing-masing. Yang penting: kalis.

Tips. Pilih ragi berkualitas bagus. Biar yakin adonan kita akan mengembang dengan sempurna,

2. Setelah kalis, bentuk adonan menjadi bulat. Biarkan di dalam mangkuk selama kurang lebih 1 jam atau sampai mengembang dengan ukuran dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Tips. Saya nyimpen si mangkuk berisih dough di dalam oven (kondisi mati, ya). Karena suhu di dalam oven jauh lebih hangat dibandingkan diluar.

Resep topping.
3 sdm mayonaisse 
4 sdm tuna kalengan (tiriskan airnya)
3-4 tangkai bayam, buang tangkainya, sobek daunnya kecil-kecil
25 gr keju cheddar (jangan diparut dulu, biarin aja bentuk kotak gitu)
Black pepper, secukupnya
3 sdm heavy cream (optional)

Penyelesaian.
1. Panaskan oven 220C. Olesi loyang bundar (pizza pan) dengan sedikit minyak. 

2. Ambil pizza dough yang sudah mengembang. Giling adonan sampai tipis selebar loyang. Pindahkan ke loyang yang sudah dioles minyak. Tarik-tarik sampai seluruh adonan menyebar rata di loyang (berbentuk bulat). 

Tips. Nggak usah khawatir kalau ada bagian loyang yang nggak tertutup adonan. It's homemade pizza, anyway. Jadi akan tampak lebih alami jika bentuknya nggak sesempurna yang biasa kita beli di warung pizza.

3. Olesi adonan pizza dengan mayonaisse. Taburi dengan tuna. Kemudian bayam. Lalu parutin keju diatasnya. Kucuri heavy cream. Taburi black pepper secukupnya. Encrutin sedikit olive pil diatasnya.

foto. topping tanpa heavy cream

foto. dikucurin heavy cream

4. Panggang di dalam oven 220C selama 7-9 menit (atau sampai bagian pinggirnya berwarna kecoklatan). Loyang bisa diputar sesekali biar matangnya merata. Angkat dari oven. Potong-potong. Sajikan segera. Yummy markimi!

Salam,
Vina Revi

Ngomporin posting Cronuts

Awal Januari yang lalu saya sempat di-PM oleh Nining, salah satu teman lama saya, yang nanyain soal (resep) Cronuts. Terus terang, sebenernya saya nggak ngerti Cronuts itu apaan. Ehk. Tapi karena nggak mau kalah set (halagh!), saya pun langsung googling berusaha mencari tahu tentang Cronuts. Paling nggak, level cakep saya di mata Nining kan jadi nggak turun. *dezigh!* 

Anyway, jadi bagi yang mungkin belum ngerti apa itu Cronuts (kayak saya sebelum ada PM dari Nining), maka sini saya kasih tahu. Jadi Cronuts itu adalah sebuah pastry unik hasil kreasi Chef Dominique Ansel  (New York) yang mengkombinasikan antara adonan croissant dan donat. Definisi sederhananya: Cronuts itu (semacam) donat yang terbuat dari adonan croissant (sehingga ketika diiris/digigit maka bagian dalamnya akan terlihat berlapis-lapis selayaknya adonan pastry). Kalau penjelasan saya ini masih dirasa membingungkan, monggo silakeun klik langsung ke situsnya Chef Dominique.


Nah, kembali ke soal PM yang dikirim Nining, singkat cerita maka saya pun mencoba membuatnya. Dengan merujuk resep milik Chef Miranti dari Fimela TV (ini buatan Indonesia, loh!) dan juga browsing beberapa video tutorial di youtube tentang gimana caranya bikin pastry yang baik (nggak nakal). Karena sejak kemunculan Cronuts pertama kali di New York dan kemudian booming --sampai orang pun rela antri mengular (tiga block dari lokasi toko) satu jam sebelum toko buka-- memang kemudian banyak muncul adaptasi resep tersebut. 

Tapi memang ya, Sodara-sodara, membuat adonan pastry itu (sumpe) nggak gampang. Jadi nggak heran jika banyak yang kemudian membuat Cronuts memakai adonan puff pastry siap pakai. Karena hidup udah susah. Jadi jangan dibikin lebih susah lagi.


Dan karena saya menyukai tantangan (serta eager untuk mempelajari hal-hal baru) maka saya pun memutuskan untuk membuat pastry sendiri. Belagu? Ehk, sedikit. Namun bisa ditebak, percobaan pertama saya gagal dengan sukses. *salah satu resiko belagu* 


Bentuknya mah udah bener donut gitu. Tapi karena adonan pastrynya belum bener, maka ketika dibelah, sama sekali nggak keluar layernya.


Pantang menyerah, saya pun bikin percobaan kedua (hanya berselang tiga hari dari percobaan pertama). Yang ternyata masih gagal. Tapi dari segi bentuk udah lumayan. Paling nggak butternya nggak mbrojol kemana-mana kayak pas di percobaan pertama (meskipun masih juga nongol-nongol dikit gitu). But still. Naik level lah, ya. Cuman sayangnya ketika (si cronuts) selesai dipanggang dan digoreng, ternyata lapisannya masih belum keliatan. Padahal seninya bikin Cronuts itu jika lapisan pastrynya bisa muncul rapi. Yaelah, pegimane mau rapi kalau timbang ngulen dan ngelipet adonannya aja masih salah begitu, Vin!


Maka masuklah ke percobaan ketiga (berselang sekitar sepuluh hari dari percobaan kedua). Dimana sebelumnya saya sempet membuka-buka buku Pastry&Pie Anti Gagal karangan kedua temen blogger saya, Teh Ike Kartika Hermawan dan Wulan Sucipto, yang saya beli tahun lalu pas lagi di Indonesia. Manggut-manggut baca tutorial yang ada di buku, saya pun melaksanakan percobaan ketiga ... tapi masih dengan resep hasil googling (yang saya asumsikan bahan-bahan dan proses membuatnya paling sederhana dibanding resep-resep lain yang bertebaran di internet). Alhasil, masih juga gagal. Halagh ... cape deeeh. Literally.



Akhirnya setelah percobaan ketiga, saya pun berhenti. Sayang butter aja gitu. Ntar aja lah nyobain lagi kalau ada yang bisa ngajarin (private? Aw!) cara bikin pastry yang bener. Btw, ada yang udah pernah nyoba bikin Cronuts kah? Boleh bagi tips&tricknya? *dan Nining pun tepok jidat*

 ===

Moral cerita: 
Googling itu penting untuk menjaga level kecakepan  (asal jangan menjurus sok tahu aja kali, ya) 

Ou, dan semoga dari sini akan banyak foodie blogger yang kemudian termotivasi untuk posting Cronuts-nya, ya. Karena beneran, berdasarkan googling per tanggal 31 Januari 2014, belum banyak blogger Indonesia yang mengupload foto Cronuts-nya. So let me spread the word ...

Es Beras Kencur


Okay, jadi setelah sekian lama join Group Indonesian Food Blogger (lebih dari tiga tahun deh, kayaknya), baru kali ini saya berani ikut tantangannya. Mungkin karena temanya yang cukup praktis dan menarik: Membuat sebuah menu Indonesia berbahan dasar beras. Jadi ya akhirnya saya pede aja gitu untuk menerima tantangan ini. 

Awalnya sempet kepikiran pengen setor resep Nasi Uduk dan atau Nasi Kuning yang dimasak pake rice cooker. Tapi ternyata setelah melihat hasil setoran teman-teman yang lain, whedew, udah ada yang bikin, euy. hihi, malunyaaa. Meskipun bukan berarti bahwa dilarang menyetor resep yang sama loh, ya. Tapi menurut saya justru asiknya mengikuti tantangan IDFB itu kan jika kita bisa saling belajar berbagai macam resep. 

Maka setelah mikir-mikir, akhirnya timbul ide untuk mensubmit resep Beras Kencur andalan saya. Selain karena ini tergolong resep original (saya nggak nyontek resep darimana pun melainkan bener-bener bereksperimen sendiri di dapur alias sibuk menimbang dan mengukur sendiri seluruh bahannya), jenis resepnya pun beverage. Bukan main course. Sehingga diharapkan postingan saya ini bisa memberi warna pada album IDFB Challenge #14. *ngeles padahal karena ngeri aja liat postingan temen-temen di IDFB yang sumpe keren-keren banget itu baik dilihat dari foto maupun resepnya*

Anyway, bagi yang selama ini rajin mengikuti postingan (resep) saya di Random Snippets, mungkin tahu bahwa sebenernya ini bukan kali pertama saya menulis tentang Beras Kencur. Nah, tapi percayalah. Kali ini resepnya berbeda. Selain porsinya saya kurangi (mengingat bahwa beras kencur nggak bisa disimpan terlalu lama --bahkan sudah di dalam kulkas sekalipun), kombinasi bahannya juga sudah saya sempurnakan sesuai dengan masukan dari beberapa teman yang pernah mempraktekkan resep Beras Kencur ala saya ini. Bahasa kerennya: perfected recipe. Tsaaaah.

Baiklah, maka ini resepnya. 
Semoga bermanfaat.

ES BERAS KENCUR



Bahan.
150 gr beras PUREGREEN Organic*
1 liter (1000 ml) air
500 ml air matang
50 gr jahe, kupas
75 gr kencur, cuci bersih
5 cm kayu manis (optional)
5 lembar daun jeruk
1/2 sdt garam
225 gr gula merah, sisir tipis (bisa diganti pake dark atau light brown sugar)

Cara.
1. Beras dicuci bersih. Rendam selama kurang lebih 1-2 jam. 
2. Rebus 1 liter air bersama dengan jahe kupas, kencur yang sudah dicuci bersih, kayu manis (kalau pake) dan daun jeruk. Setelah mendidih masukkan gula merah dan garam. Aduk sampai seluruh gula merah larut. Saring air gula ke wadah bersih. Sisihkan jahe dan kencurnya ke dalam wadah terpisah. Biarkan air gula sampai hangat suam-suam kuku. 
3. Sementara itu, mari kita siapkan campuran berasnya. Caranya: masukkan beras yang sudah direndam ke dalam blender. Haluskan bersama jahe dan kencur serta 500 ml air matang. Saring blenderan beras. 


4. Campur air beras dengan air gula yang sudah hangat. Aduk rata. Tuang ke dalam botol. Simpan dalam kulkas. Beras Kencur siap dinikmati dalam kondisi dingin. Yummy markimi!

Note. 
- Beras Kencur ini tahan disimpan di fridge selama 3-4 hari.
- Kencur nggak perlu dikupas. Simply karena alasan kepraktisan aja sih, sebenernya. Soalnya rempong euy kalau harus ngupas kencur yang kecil-kecil kayak begitu satu persatu. Ehk. Jadi solusinya: silakeun si kencur dicuci bersih sebelum direbus, ya. 


*Beras PUREGREEN
PUREGREEN Organic Rice adalah beras 100% organik yang bebas kimia dan pestisida sehingga aman dan sehat dikonsumsi oleh seluruh keluarga. Info selengkapnya silakeun di-klik linknya: PUREGREEN (http://puregreenorganic.com/)

Ayam Barbeque

Kedua anak saya hobby banget pesen Ayam Panggang via InApp 'Yogiyo' (on call delivery service) dari HP saya. Ada gitu lah dua sampai tiga kali seminggu nelponnya. Awalnya sih saya hayuk-hayuk aja. Karena memang ayam panggangnya enak. Tapi ehk lama-lama setelah dipikir-pikir kok ya boros aja kalau setiap kali harus keluar 20.000 Won (sekitar 200 ribu rupiah) untuk satu box ayam panggang dengan porsi 2 orang.

Dan apalagi karena saya hobby masak, maka bisa tahu bahwa satu box itu palingan cuma butuh bahan ayam mentah sekitar 250-300 gr. Intinya: mahal aja. Terutama untuk ukuran emak-emak perhitungan kayak saya. Meskipun harus dibedakan bahwa perhitungan itu tidak sama dengan pelit, ya. Nanti kapan-kapan issue tersebut dibahas di postingan lain aja, deh. Bukan disini.

Maka saya kemudian berusaha mengimitasi citarasa si ayam panggang tersebut. Dan setelah melalui berbagai trial and error akhirnya didapat sebuah kombinasi bumbu yang (menurut saya) cukup merepresentasi citarasa si ayam panggang ala Von's Chicken kesukaan anak-anak tersebut. 

Dan yang paling penting adalah ketika Kayla, si sulung, berkomentar,"Wow! You really are a good cook, Bun. This is better than Von's Chicken." And I was like,"Really??!" Sambil mekrok.

Anyway, ini resepnya.

AYAM BARBEQUE dengan bumbu homemade 

Bahan
6 potong ayam (saya pakai whole chicken legs), atau bisa juga pakai paha atas dan paha bawah
6 encrutan saus tomat (sekitar 1/2 cup)
1/2 cup gula merah (saya pake dark brown sugar)
3 siung bawang putih, haluskan
5 sdm hoisin sauce
1-2 sdt saus cabe (optional)
garam dan merica
1/2-1 sdm minyak (saya pake canola oil, kebetulan lagi kehabisan extra virgin olive oil)

Cara.
1Panaskan oven 180 C. Lumuri ayam dengan garam dan merica. Encrutin minyak diatas ayam. Kemudian panggang ayam selama 10-15 menit.

2 Sementara itu kita bikin saus BBQ-nya. Caranya: saus tomat, gula merah, bawang putih yang udah diulek dan Hoisin sauce dipanaskan diatas wajan pake api kecil. Aduk-aduk sampai mendidih. Matikan api. Sisihkan.

3 Keluarin ayam dari oven. Olesin pake bumbu. Masukkin lagi ke oven. Panggang selama 10 menit. Keluarin. Olesin lagi. Panggang selama 5-7 menit. Gituuuu terus sampai bumbu habis (minimal 3 kali). 


 Kalau bosen makan ayam bbq pake nasi putih, silakeun dinikmati bersama nasi kuning atau nasi uduk. Dua-duanya (si nasi, maksudnya) bisa dimasak pake rice cooker. Lebih praktis. Nggak perlu nyuci panci kukusan, pan. Kenapa? Resepnya? Nasi uduk udah pernah diupload di Random Snippets. Nah, kalau nasi kuning, menyusul ya. Sekarang saya mau bersihin oven dulu. ^^

Happy cooking!

Mini Apple Pie

Mungkin ada yang kenal dengan nama Ricke Indrianie --pemilik blog Ordinary Kitchen-- yang ngetop seantero dunia maya itu? Nah, beberapa waktu lalu mRicke ini membawakan segepok Egg Tart super enak untuk saya ketika main ke rumah. Waktu itu saya sempet nanya-nanya resep dan tips cara membuatnya. Niatnya mau nyobain bikin juga (meskipun udah kebayang bahwa dengan isian yang berbeda bukan custard kayak egg tart tersebut). 

Terus terang karena selama ini saya jarang bikin pie crust sendiri. Lebih sering beli jadi aja gitu (Pillsburry Pie Crust). Ada yang udah pernah nyoba? Pilsburry, maksudnya. Bukan homemade pie crust-nya. Nah, bagi yang selama ini lebih sering memakai pie crust siap pakai kayak saya itu, cobain deh mulai sekarang bikin yang freshly homemade kayak begini. Karena ternyata oh ternyata citarasanya memang bener-bener bagai bumi dan langit, Sodara. Homemade food emang nggak pernah ada matinya, ya. Dan mungkin juga karena faktor resepnya yang memang TOP to the max. So, thanks again ya, mRicke! Cinta lah pokoknya ...

Bagi yang berminat membuatnya, ini resep komplitnya.
Jadi untuk pie crust-nya saya memakai resep milik mRicke. Sementara isiannya memakai resep Apple Crumble yang beberapa waktu lalu pernah saya posting. Catatan: di resep Apple Crumble tersebut saya memasak menggunakan Slow Cooker. Tapi jika ada yang nggak punya Slow Cooker, silakan dimasak menggunakan oven dengan suhu rendah (130 C selama 1 jam). Semua resep saya ikuti persis dengan sumbernya hanya dimodifikasi sedikit dengan mengurangi jumlah gulanya. Biar manisnya pas dan nggak terlalu legit.

Baiklah. Ini resep Mini Apple Pie-nya.
Silakeun dicatat, diresapi dan kemudian dipraktekkan.
*opo, to?*


MINI APPLE PIE
Bahan Pie Crust.
300 gr butter/margarine (saya pake I Can't Believe It's Not Butter)
1 sdm gula halus munjung (saya pake granulated sugar karena buat saya itu sudah cukup halus^^. Tapi kalau mau, boleh diblender lagi biar lebih halus, kok)
3 kuning telur
500 gr tepung terigu protein sedang (all purpose flour)
Catatan: Resep mRicke saya modifikasi sedikit dengan mengurangi jumlah gula pasir menjadi hanya 1 sdm aja (disana memakai 2 sdm).
1 kuning telur, untuk olesan crust

Cara.
Campur semua bahan jadi satu memakai pisau pastry atau sendok kayu (saya pake pisau makan ^^) --kecuali 1 kuning telur yang untuk olesan-- sampai adonan berbutir-butir dan tercampur rata, Padatkan dan bulatkan hingga mudah dipulung. Cetak dalam adonan pie yang sudah dioles margarine/minyak. Sisihkan.

Bahan isian.
Pakai resep Apple Crumble yang pernah saya posting beberapa waktu lalu. Tapi oh, okay. Saya tahu bahwa sebagian besar pasti pada males ng-klik link, kan? Ehk, Saya juga (kadang-kadang) gitu, soalnya. hihi. Jadi baiklah ini saya tulis ulang resepnya disini, deh. Biar sekalian terorganisir dengan lebih rapi. 

APPLE CRUMBLE.
Bahan crumble.
- 125 gr tepung terigu
- 100 gr light brown sugar
- 100 gr caster sugar
- 1/2 sdt kayu manis bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk (saya pake biji pala yang diparut)
- sejumput garam
- 120 gr butter (suhu ruangan), potong kecil-kecil
- 120 gr pecans, potong kasar (saya tumbuk pake ulekan di dalam plastik^^)

Cara. Aduk rata seluruh bahan memakai pisau pastry atau sendok kayu sampai adonan berbutir-butir. Sisihkan.

Bahan apel.
- 60 gr caster sugar, atau secukupnya sesuai selera
- 1 sdm tepung maizena
- 1/2 sdt jahe bubuk (saya pake 1 ruas jahe yang diparut)
- 1/2 sdt kayu manis bubuk
- 750 gr apel (3-4 buah), kupas, buang bijinya, potong-potong
- 2 sdm lemon juice

Cara.
Campur bahan coating sampai rata di dalam mangkuk. Masukkan apel. Aduk rata. Tuang apel di dalam pinggan tahan panas (jika memakai oven). Taburi atasnya dengan bahan crumble sampai seluruh apel tertutup. Panggang di oven dengan suhu 130 C selama 1 jam. Angkat. Sisihkan.

Penyelesaian.
Gabrukkin isian apel di pie yang sudah dicetak di loyang mini. Hias bagian atasnya sesuai selera (kalau saya mah nyari yang gampang aja: pake teknik jaring-jaring gitu. Ehk, standar lah, ya). Olesi crust dengan kuning telur. Panggang dalam oven (160 C) selama 20-25 menit sampai matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat. Sajikan dingin atau hangat.

Happy Cooking,
Vina Revi