Showing posts with label crafts. Show all posts
Showing posts with label crafts. Show all posts

Fabric Book Cover (Sampul buku dari kain)



SAMPUL BUKU dari KAIN
Skill level: Beginner Sewer

Bahan.
- Kain
- Gunting
- Meteran
- Mesin jahit (atau bisa juga dijahit pake tangan)

CARA.
1. Ukur tinggi dan lingkar buku yang akan disampulin.
Semua angka ditambah 2 cm. Jadi misalnya tinggi buku 17cm, maka yang dicatat 19cm. Jika lingkar buku 30cm, maka menjadi 32cm. Easy, yes. Untuk detail cara mengukur tinggi dan lingkar buku, silakeun foto dibawah ini di-zoom out.



2. Potong tiga lembar kain sesuai dengan ukuran yang telah dicatat.


3. Ambil satu lembar kain. Potong jadi dua secara vertical. Kemudian masing-masing kain dilipat. Sisihkan. *Semoga penjelasan saya ini nggak membingungkan. Kalau terasa njelimet, mungkin foto dibawah ini bisa sedikit membantu untuk ngasih gambaran apa yang sebenernya saya maksud*



4. Posisikan kain dengan susunan sebagai berikut:
- Kain pertama dengan permukaan yang bagus menghadap ke atas.
- Kain kedua --yang sudah dilipat-- diletakkan di sisi kanan dan kiri dengan lipatan berada di bagian dalam.
- Kain ketiga dengan permukaan yang bagus menghadap ke bawah.
Iya, mirip kayak bikin sandwich gitu, deh.



5. Setelah ketiga kain di-'sandwich' secara rapi, jahit keempat sisinya. Tapi sisakan lubang sekitar 5-7 cm pada salah satu sisi. Gap ini akan dipakai sebagai tempat membalikkan kain.


6. Balikkan kain melalui lubang


7. Setelah kain dibalik, kira-kira akan diperoleh penampakan seperti ini.


8. Jahit lubang sampai tertutup rapi


9. Seterika sampul kain sampai licin. Dan selesai.
Sampul buku dari kain pun siap dipakai. Yay!


Begini caranya bikin pouch bag secara gratis (sort of)


Biaya yang saya keluarkan untuk membuat pouch bag ber-ristluiting kayak begini hampir nol. Well, sort of. Karena toh saya masih harus modal beli zipper dan kain. Tapi harga zipper juga cuma 2000 Won (sekitar 30 ribu Rupiah), anyway. Sedangkan untuk kain, ehk, tumpukan perca di sudut ruang craft saya masih menumpuk tinggi. 

Jadi sekali lagi, jika saya ditanya berapa biaya untuk membuat beginian? Jawabannya: almost zero. Dan btw, pouch bag ini akhirnya saya pake untuk mewadahi cookie cutter dan spuit yang awalnya berserakan di laci dapur. Girang aja gitu ketika bisa mengorganize sesuatu dengan biaya minimal, pan. *emak-emak perhitungan*

Happy upcycling!

Upcycling Jeans Bekas

Terus terang sejak bisa menjahit, saya hampir nggak pernah membuang jeans bekas lagi. Karena memang banyak yang bisa dilakukan dengan jeans-jeans tersebut. 

Ini beberapa diantaranya.
Enjoy!

1. Book Wallet


Note. Ini bikinnya bener-bener pake perjuangan. Beberapa kali saya harus membongkar pasang jahitan karena saya memilih nggak pake pattern. Jadi memang trial and error gitu. Tapi buat saya justru disitu asiknya. Karena proses kreatifnya jadi lebih berasa. 

Dibawah ini penampakan bagian dalamnya:

Dompet Caprisun

Jujurly, saya jarang beli Caprisun. Tapi karena di acara potluck party (dadakan) yang lalu ada salah satu teman yang bawain Caprisun, maka jadilah di kotak sampah menggunung tumpukan bekas bungkus Caprisun.

Mau dibuang kok sayang karena jaman kapan dulu saya pernah googling dan menemukan banyak kreasi yang bisa dihasilkan dari bungkus Caprisun. Karena alasan itulah akhirnya semua bungkus Caprisun saya cuci bersih, dikeringkan lalu kemudian saya sulap menjadi ini:


Yup. Itu adalah sebuah dompet. Bukan onde-onde. Dan sebelumnya saya mau bikin pengakuan, sebenernya itu adalah kali kedua saya mencoba ng-craft pake ritsluiting (spelling?). Percobaan yang pertama dulu ehk boleh dibilang gagal dengan sukses. Lalu kemudian saya kapok nyoba-nyoba ngjahit segala sesuatu yang melibatkan ritsluiting. 

Tapi ketika kemaren saya riset untuk mencari ide (dan tutorial, tentunya) tentang apa yang bisa dilakukan dengan bekas bungkus Caprisun, saya jatuh cinta dengan Caprisun Wallet-nya Amy yang ini.

 

Being me, saya pun merasa tertantang. Akhirnya setelah ngulik sekitar dua jam (minus riset), jadilah Dompet Caprisun yang mampu menampung 8 buah kartu, dua kantung koin ber-ritsluiting (yay!) dan space untuk menyelipkan uang kertas.


Sebenernya prosesnya nggak rumit. Cuman mungkin karena saya tergolong newbie, maka jadi agak rempong. Kerempongan pertama: jadi entah gimana, beberapa kali benang di mesin jahit saya terlepas dari jarumnya. Terpaksa deh saya bulak balik ngjahitnya. Resikonya: jadi bolong-bolong. Tapi mengingat ini adalah project recycle (atau upcycle?), menurut saya itu malah bisa sekalian dijadiin aksen, ya. Ehk. Kerempongan kedua: (obvs) pemasangan ritsluiting. Karena saya lagi males riset, jadi aja pake feeling ngerjainnya. Alhasil memang bikin jarum mesin jahit saya patah (dua kali) karena kesandung si ritsluiting. Dan setelah korban dua jarum, baru deh saya nyempetin riset dulu gimana caranya masang ritsluting secara baik dan benar. Ehk.

Tapi above all, menyelesaikan project ini cukup menyenangkan, kok. Apalagi suara Amy sangat soft (bukan yang berapi-api seperti kebanyakan video tutorial yang lain yang terus terang agak annoying) dan juga karena step by stepnya sangat jelas. She did an excellent job!

Ou, satu lagi.
Yang akan saya bagi disini mungkin cara mengeringkan dan membersihkan bungkus Caprisun sebelum dipakai/dijahit, ya. Karena di youtube-nya Amy, dia nggak menyertakan langkah-langkahnya.

Maka inilah.
Semoga bermanfaat.

CARA BERSIHIN BUNGKUS CAPRISUN
(teknik ini bisa dipakai untuk bersihin terapak (?) yang lain, tentunya)
- Ambil lap bersih. Taruh diatas meja. Letakkan bungkus Caprisun diatas lap. Giles pake rolling pin atau botol kosong atau apapun asal bentuknya silinder dan cukup lebar untuk mengcover seluruh permukaan bungkus Caprisun.
- Gulingkan rolling pin dari bawah ke atas sampai seluruh sisa cairan keluar. 


- Cuci bersih sekali lagi, keringkan. Biasanya saya jepit pake jepitan jemuran dan lalu saya angin-anginkan di deket jendela. Atau kalau nggak sabar, bisa ditaruh di depan kipas angin. Atau simply dilap pake lap bersih sampe kering.

Happy upcycling!
Vina Revi

Yang jangan dilakukan ketika bikin tas serut


Saya belajar bikin tas serut ini dari blognya Jeni. Seriously, she did an awesome job! Jadi kayaknya saya nggak perlu menulis ulang tutorialnya disini mungkin, ya. Monggo bagi yang tertarik bikin silakeun merujuk pada postingan Jeni.

Nah, cuma mungkin ada sedikit tips yang bisa saya bagi disini. Karena tujuan saya ngblog adalah untuk berbagi apapun. Termasuk diantaranya adalah membagi kesalahan-kesalahan yang saya lakukan ketika ng-craft. Sehingga dengan begitu kalian nggak perlu lagi melakukan kesalahan yang sama dan bisa langsung sukses dalam percobaan pertama. Trial and error itu bagian saya aja deh, ya. *halagh*

Oke, kembali ke soal 'apa yang JANGAN dilakukan'. 
Jadi ini tentang pemilihan kain untuk 'Main Exterior'. Sekadar saran, untuk mempermudah hidup kalian, sebaiknya pilih kain yang motifnya random. Sehingga akan lebih gampang mengguntingnya karena posisi kain bisa dibolak balik secara acak. Tapi jika kalian memilih kain yang motifnya searah (misalnya garis-garis atau gambar bunga satu arah seperti pada foto diatas), maka prosesnya memang menjadi sedikit lebih rumit. 

Contoh kain dengan motif random:


Contoh kain dengan motif searah:


Jadi sekali lagi, usahakan untuk memilih kain dengan motif random. Tapi jika kalian menyukai tantangan dan tetap pengen memakai kain dengan motif satu arah, maka ini beberapa pedoman yang bisa diterapkan:
1. Menggunting kain
Merujuk pada pola yang dikasih Jeni, dia ngasih ukuran 9"x22" untuk 'main exterior'. Nah, berhubung kurang pengalaman, saya keburu memotong kain dengan posisi kayak begini:


Padahal yang benar seharusnya begini:


Perhatikan posisi bunganya.
Jadi ukuran yang 22" itu nantinya akan menjadi lebar tas serut, sementara ukuran 9" akan menjadi tinggi tas serut. Jangan sampai kebalik kayak saya.

Ini mungkin memang keliatan gampang dan sangat obvious (terutama bagi yang berpengalaman). Tapi percayalah, tips ini akan sangat membantu bagi beginner sewer --kayak saya-- yang masih sering bingung untuk memposisikan kain secara baik dan benar.

2. Posisi kain
Nah, setelah kelar acara gunting menggunting, kita masuk ke proses bag constructions. Pastikan kain untuk main exterior diposisikan dengan arah yang berlawanan dimana bagian atas mengarah ke 'interior'.
Seperti ini:


Karena nantinya kain ini akan dilipat jadi dua sehingga posisinya memang harus berlawanan biar hasil akhirnya nggak nungging aja gitu.

Baiklah.
Sekarang udah siap untuk bikin tas serut? 
Bagus. Kalian emang keren.


Happy sewing, ya!

Salam,
Vina Revi

Reusable Bag


Di Korea, semua anak dikasih makan siang di sekolahnya. Termasuk kedua anak saya (kelas 6 SD dan TK besar). Nah, pertanyaannya sekarang: Gimana seandainya si anak harus minum obat pada waktu makan siang? Apakah harus ditunda sampai si anak pulang ke rumah yang notabene diatas jam 2-3 pm? Atau gimana? 

Bisa jadi masing-masing sekolah akan berbeda aturannya. Tapi kalau di sekolah anak-anak saya selama ini cara mainnya adalah obat dibekal ke sekolah (di pagi hari) --obat dituang di dalam botol plastik khusus (foto terlampir), biasanya dikasih dari apotik-- lalu nanti akan diberikan ke anak (oleh guru kelasnya masing-masing) setelah acara makan siang selesai.

Nah, yang selama ini yang saya lihat, rata-rata orang tua akan menyimpan botol tersebut di dalam kantung plastik atau semacam ziplock bag aja gitu. Memang praktis sih, ya. Karena tinggal cemplung, selesai. Tapi gimana dengan sampah plastiknya kemudian? Karena biasanya ziplock kayak begitu cuma sekali dua kali pakai, yes? 

Maka ting! Saya jadi mikir kenapa saya nggak bikin wadah obat yang bisa dipakai berulang-ulang aja? Atau istilah Enggresnya: Reusable Bag. Selain ramah lingkungan, tentunya project ini bisa dijadikan bahan update blog, pan. Ehk. Dan seandainya nggak dipake untuk wadah obat, kayaknya bag semacam ini bisa dimanfaatkan untuk mewadahi berbagai benda lain dan atau malah snack sebagai bekal piknik, yes? 

Excited dengan ide tersebut, saya pun langsung bekerja.
Dan setelah sekitar setengah jam berkutat di ruang craft, maka inilah:

REUSABLE BAG


Bahan:
- Kain untuk bagian luar
- Laminated fabric (kain yang ada lapisan plastiknya), atau bisa juga pake kain apapun yang penting kedap air, untuk bagian dalam 
- Velcro
- Gunting
- Mesin jahit dan segala ubo rampenya (atau bisa juga dijahit pake tangan tapi mungkin butuh effort lebih)
- Mesin obras/overlock machine/serger (optional), lihat detail di bawah kalo nggak punya alat ini

CARA.
1. Potong kain sesuai kebutuhan. Dalam kasus saya: 10x26 cm.


Kain yang berwarna kuning untuk bagian luar dan yang bergambar gajah (laminated fabric) untuk bagian dalam. 

2. Jika punya mesin obras/overlock machine/serger, maka ini yang harus dilakukan: Posisikan kedua kain dengan sisi salah saling berhadapan (kedua sisi benar berada di bagian luar).


Tapi jika nggak punya mesin obras, maka kain diposisikan dengan sisi benar saling berhadapan, lalu jahit keempat sisinya dengan menyisakan lubang sekitar 4-5cm untuk tempat membalikkan kain.

3. Setelah diobras (atau dijahit dan kemudian dibalik), seterika permukaan kain (tentunya bukan yang laminated, ya) sampai licin. 


4. Jahit velcro di kain yang ada plastiknya. Pastikan si velcro bener-bener ng-krep ketika ditangkupkan. Jangan sampe mengsle.


Saya menambahkan kantung plastik (di bagian luar) untuk tempat menyelipkan kertas yang berisi catatan aturan minum obat. Tapi ini langkah optional, kok.


5. Lipat kain jadi dua. Jahit kanan kirinya. Selesai.


Happy reducing and reusing!

Cempal yang lebih membumi

Ada yang masih inget Cempal Cupcake (aka oven mitten) yang saya upload beberapa waktu lalu kah? Ehk. Terus terang saya dapet banyak comment positif terhadap si cempal tersebut. *senang* Cuman kalau mau jujur, sampe detik ini saya belum pernah memakainya di dapur. Karena bener apa yang dibilang oleh teman-teman saya bahwa cempal secantik itu (halagh!) kayaknya sayang banget kalo dipake buat pegang panci, wajan, pyrex dan segala derivasinya. 

Maka kemudian terbersit pikiran di benak saya untuk membuat cempal lain yang lebih membumi dimana saya nggak akan merasa eman-eman untuk menggunakannya. Setelah googling sana sini, saya nemu tutorial milik Jamie yang oke banget. Karena tute-nya yang super jelas dan dikasih free pattern, pulak. Bagus buat beginner sewer macam saya.

Maka inilah. 
Cempal yang lebih low profile untuk dapur saya. 
Thanks, Jamie!


Karena di blognya Jamie sudah sangat jelas dan detail dalam menerangkan cara pembuatan cempal ini, kayaknya saya nggak perlu melakukannya lagi disini, yes? Jadi monggo bagi yang berminat nyobain bikin juga silakeun menuju ke link yang udah saya kasih diatas, ya.

Sekadar info: saya bikin cempal ini udah beberapa bulan yang lalu. Dimana saat itu saya belum memanfaatkan overlock machine (atau serger kalo kata temen-temen amerika saya) untuk menyelesaikannya. Jadi tips bagi yang mungkin pengen nyobain bikin juga,
bagian dalam cempal bisa dirapikan dengan zigzag stitch secara manual atau digunting dengan pinking shears.



Happy sewing!

Metamorfosis tas gratisan



Sering ikut seminar, simposium, diklat dan segala derivasinya lalu kemudian pulangnya dibawain berbagai macam gimmick oleh panitia kah? Kalo iya, toss. Pertanyaannya sekarang: Seneng nggak dikasih berbagai barang gratisan tersebut? Kalo aku sih terus terang seneng. Ehk. 

Cuman tahu sendiri, dong, kadang-kadang kita suka malu untuk memakai si gimmick tersebut, yes? Karena yang namanya gimmick (gratisan) itu rata-rata memang penuh dengan sablonan judul acara (dan atau nama/gambar/logo produk sponsor) dalam ukuran besar. Intinya: si gimmick nggak banget untuk dibawa ngeceng aja gitu. *OMG, hari gini masih ada yang memakai kata ngeceng nggak, siy?*

Nah, salah satu cara mensiasatinya ada di bawah ini.

METAMORFOSIS GIMMICK
Jenis gimmick: tas 
Level kerempongan: dari skala 1-10, ini masuk 5




Idenya sederhana: bagian tas yang ada tulisan nggak pentingnya ditutup dengan sesuatu yang lebih menarik. Dalam kasusku: kain perca yang dipotong memanjang, kemudian dijahit melingkar membentuk bunga. Kemudian tali tas dilapisi dengan pita yang dijahit sepanjang pinggirnya. Ou, sama tasnya aku kecilin sedikit ukurannya dengan memotong bagian kanan kirinya biar bentuknya lebih persegi panjang.

ini foto before-after nya:


Happy crafting & recycling!

Upcycling kaleng bekas

Selain jar, maka kaleng adalah salah satu benda yang rada eman-eman aku buang. Karena aku yakin bahwa banyak banget kreatifitas yang bisa dituangkan untuk menyulapnya menjadi barang yang cantik dan berguna. 

Misalnya dibikin kayak begini:


Versi "Sebelum dan Sesudah" :


Yang aku kerjakan ini sederhana. Jadi kaleng bekas dicuci bersih, kertas produknya dilepas (tips: gosok kaleng dengan sponge&air sabun jika si kertas susah dikelupas), keringkan. 

Setelah bersih dan kering, kaleng dicat dengan warna sesuai selera (dalam kasusku: merah). Aku pake pylox (dua lapis) biar praktis. Soalnya berdasarkan pengalaman, ngcat pake kuas ternyata keringnya (lebih) lama dan belum tentu rata olesannya. Tapi terserah kalian aja, deng. Mau pake kuas atau pylox. Bebas.

Biarkan cat kering sempurna (3-4 jam atau semalaman). Setelah kering, baru kemudian kita hias dengan berbagai embelishment atau simply dibungkus pake kain perca (ini project yang sangat bagus untuk memanfaatkan kain sisa sewing craft). Selesai.

Ini penampakan close up kaleng yang (hanya) dihias pake embellishment:


Dan ini yang dibungkus pake kain perca dengan aplikasi balik:


Gimana? Beneran simple, kan?
Tapi yang penting fungsional, yes.

So, happy crafting&recycling!
Hope to see u guys in the craft room soon.

Salam,
Vina Revi

Setengah jam dijamin jadi


Percayalah, project ini bisa diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari setengah jam. Jadi cocok dikerjakan ketika kita sedang gatel pengen ng-craft tapi nggak punya banyak waktu untuk melakukannya. Quick and easy project aja gitu.


ps. Buku Decisive Moment yang dikasih secara pribadi oleh BJ.Habibie di teras rumahnya pada bulan Januari 2013 *pamer*

Di bawah ini detailnya jika ada yang berminat bikin juga:

3 Ide mendaur ulang stoples bekas

Punya tumpukan stoples bekas (bekas wadah selai atau saus spagheti, misalnya) yang udah nggak dipakai kah? Trus kepikiran untuk mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang crafty tapi ndilalah nggak punya banyak waktu untuk melakukannya? Nah, dibawah ini ada beberapa ide yang mungkin bisa dijadikan inspirasi.

-Wadah nic nac-


Potong kertas sesuai dengan tinggi dan lingkar stoples.
Masukkan kertas yang udah dipotong tadi kedalamnya.
Beri tag di leher stoples atau biarkan apa adanya.

-Baking Gift Jar-


Cuci bersih stoples. Keringkan. Masukkan bahan untuk membuat Banana Choco Cake dengan urutan sebagai berikut: tepung terigu, coklat powder, gula pasir (atau gula halus), almond. Tulis resep lengkapnya di kertas, kemudian ikat di leher stoples. Gift jar kayak begini cocok banget untuk mereka yang hobby baking.

-Candy Gift Jar-


Hias bagian luar stoples. Masukkan gumpalan kertas tissue ke dalam stoples. Tata permen coklat diatas kertas tissue. Tutup bagian atasnya dengan plastik transparan.  Ikat plastik dengan tali. Tambahkan gift tag.

Semoga menginspirasi!

[Prakarya Anak] Memanfaatkan kain perca


Sewing craft yang satu ini cocok banget dilakukan anak-anak. Karena buat saya, jika jahitannya semakin messy (khas anak-anak yang kebanyakan masih dalam taraf belajar) maka tampilannya justru akan semakin unik.


Sekadar info: karya diatas adalah hasil jahitan Keiva, bungsu saya (6 tahun) yang baru pertama kali ini pegang jarum jahit (dalam artian beneran disuruh menjahit dan nggak cuma pegang-pegang aja). And see? Hasilnya lumayan, yes ... ^^

Bahan:
- Kain (ini saatnya untuk memanfaatkan kain perca yang menggunung)
- Gunting
- Jarum dan benang jahit
- Kapas (untuk filler)
- Pita (untuk menggantung)

CARA.


1. Gambar pola sesuai selera diatas kertas (dalam kasus saya: hati), gunting lalu jiplak diatas kain. Gunting. Sisihkan. Buat sebanyak dua buah. Tips: kain bisa dilipat lalu gunting sekaligus sehingga didapat hasil yang sama.
2. Tumpuk potongan kain tersebut jadi satu pake jarum pentul. Lalu mulailah menjahit sekelilingnya (sisakan sekitar 2-3 cm sebagai tempat masukkin kapas). Tadi Keiva lupa bikin lubang sehingga agak kesusahan ketika akan mengisinya dengan kapas. ^^
3. Setelah terisi kapas, jahit lubangnya. Beri pita diatasnya. Selesai. Tips: supaya gantungan ini lebih berguna, mungkin lain kali akan saya tambahi potpouri atau wewangian lainnya.

Happy sewing!
Ou, btw biar nggak dituduh hoax, ini bukti videonya. ^^