Belajar (itu) seumur hidup

Karena beberapa waktu yang lalu saya ngeliat foto tas yang dirajut dari kresek (ketika googling Recycled Craft) --yang sumpe laaah keren banget ini-- maka jadilah saya terobsesi untuk belajar gimana caranya merajut. 

photo source. scraphacker

Sempat ngobrol sama Dydy Dyah, teman Indonesia yang sekarang sedang menetap di Newark (New Jersey) dan karya rajutannya cukup terkenal di kalangan knitters Amerika, tapi baru sekitar sebulan kemudian saya tergerak untuk merealisasikan proyek ini.

Dan being me, kalau udah punya keinginan ya bakal pak pik puk untuk segera mewujudkannya. Apalagi ditambah fakta bahwa sebenarnya jaman SMP dulu saya udah pernah bisa merajut. Diajarin tetangga. Sampai akhirnya ketagihan lalu mulai membawa gulungan wol dan hook pen di dalam tas dan mengisi waktu istirahat dengan merajut. Sebuah kebiasaan yang nggak lazim untuk anak SMP di kala itu, memang.

Jadi nggak heran jika kemudian Shirley (Sisi? Silvi? Tarnudi?), salah satu temen sekelas saya, meledek,"Vinaaaa! Kamu kayak nenek-nenek ..." Ehk. Kontan aja saya langsung tengsin dan kemudian berhenti merajut ... selamanya. *mulai lebay* Yah, maklum. Namanya juga anak SMP. Mentalnya belum kuat ya, bow. Jadi timbang dikatain kayak nenek-nenek pun langsung kempes.

Kembali ke topik. Sampai mana tadi? 
Jadi akhirnya dua hari yang lalu, pagi-pagi setelah nganter Keiva ke sekolah, saya pun ngider ke Dongdaemun Shopping Plaza (Dongdaemun Station, Line 4, exit 9) untuk membeli peralatan merajut. Lalu siangnya saya browsing Youtube nyari tutorial 'How To Crochet For Beginner'. Trus nemu channel Donna ini yang menurut saya paling oke (cara neranginnya jelas dan nggak mbingungi) diantara sekian banyak vid-tute yang lain. 

Setelah sekitar setengah jam mantengin youtube, saya praktek. Eh, ternyata bener apa yang dibilang Dydy,"Kalo udah pernah bisa, nggak susah untuk mulai lagi, Vin!" 

Ini buktinya:


Whuaaaa, hanya berbekal Youtube, ternyata saya bisa merajut lagiiiiiiii ...

FYI: foto diatas adalah proses dari percobaan pertama. Saya sengaja memakai wol yang murahan. Sisa bikin Pom Pom Book Mark jaman dulu. Sementara wol yang rada bagusan (yang saya beli di Dongdaemun) untuk sementara disimpen sampai nanti saya udah semakin canggih dalam merajut.

Ini hasil dari percobaan pertama tersebut: 


Masih kurang rapi.
Masih harus banyak belajar.
Tapi sumpe lah, saya bahagiaaaa ... ^^