Memang sama-sama "cover"nya, siy


Pagi tadi, di depan loket visa sebuah embassy.

"Please, take off the cover,"kata si mbak penjaga loket dengan nada lempeng sambil terus sibuk memeriksa dokumen yang barusan aku sodorkan. 

Terperanjat kaget, aku pun speechless. Tapi aku berusaha nurut aja karena pasfoto yang aku sertakan di dokumen memang yang belum pake hijab. Jadi meskipun masih ragu-ragu, aku pun melepas kerudungku pelan-pelan. Kebetulan hari ini aku pake ciput, trus pashmina-nya aku lilit di kepala dan leher. 

Nah, yang aku lepas duluan itu pashmina-nya sementara ciputnya masih aku sisain. Karena aku memang sedang berusaha mengulur-ulur waktu.

Sepuluh puluh detik berlalu ...
Dan si mbak masih sibuk menunduk memeriksa berkasku. Sementara aku deg-degan setengah mati tapi enggak bisa (atau tepatnya enggak berani) marah. Lha kalo visaku ditolak gara-gara aku nyolot ke petugas loket kan enggak lucu banget.

Tapi syukurlah karena dua detik kemudian si mbak loket mengangkat kepalanya dari dokumen. Lalu dia ngeliat penampakanku yang hanya berciput. Dan kali ini kayaknya gantian dia yang terperanjat.

"Er, I mean your passport cover, Miss ...", jelasnya kemudian dengan sangat hati-hati dan sopan.

Whuaaa.
Ulekan. Mana ulekan.

Keterangan foto.
Passport ber"cover" milikku (dan Kayla Keiva, anak-anakku) yang aku sodorkan ke si mbak penjaga loket kedutaan,

No comments: