Efek Samping Hair Dryer

Seriously, I can't live without my hair dryer!
Karena selaen rambutku bakal keliatan kayak Simba si Raja Hutan klo gak di-blow, aku juga langsung pusing klo kepalaku dibiarkan dalam keadaan basah terlalu lama. Kecentilan, memang!

Tapi info dari Centres for Disease Control yang menyatakan bahwa terpaan suara yang lebih dari 85 desibel atau lebih (mostly hair dryer berkekuatan 75-80 desibel) secara terus menerus bisa menyebabkan hilangnya pendengaran secara permanen di masa datang lumayan bikin aku deg-degan!

Karena itu artinya aku terancam budeg klo gak segera mengurangi frekuensi pemakaian hair dryer, dong?

Kata mereka juga, yang dimaksud dengan terpaan terus menerus itu adalah pemakaian secara konsisten sampai delapan jam. Oke, jadi klo biasanya aku pake hair dryer sekitar lima belas menit sampai setengah jam per harinya, berarti aman?
Ternyata jawabannya adalah
enggak!

Karena melakukan blow dry 10 menit setiap hari juga punya resiko terjadi kerusakan permanen pada akhirnya.

Kata ahlinya, sebaiknya kita nggak nyalain TV ato radio saat ng-blow. Alasannya, suara hair dryer bakal bikin kita makin mengencangkan volume TV atau radio. Ati-ati juga klo pas pake hair dryer trus tiba-tiba telinga kita kerasa sakit ato berdenging, karena itu artinya suara hair dryer terlalu keras!

Tapi klo pengen terus pake hair dryer, pilih yang punya kekuatan suara kurang dari 70 desibel. Sekedar catatan, watt listrik bukan tanda kerasnya suara hair dryer. btw, ternyata kita bisa memeriksa angka desibel ini pada kemasan hair dryer saat membelinya, loh.

*waduh, dus bekas bungkus hair dryer-ku kemana, ya?* ...

Photo by. Tondo Susanto

No comments: