Showing posts with label prakarya. Show all posts
Showing posts with label prakarya. Show all posts

Sederhana tapi berguna

Bagi yang sering ngintip Random Snippets, pasti tahu bahwa saya hobby mendaur ulang berbagai macam bahan yang ada di sekitar saya untuk dijadikan craft. Nah, karena saat ini saya sedang butuh wadah nic nac, maka yang saya jadikan sasaran adalah kedua bahan dibawah ini:

 dus bekas sepatu


dan majalah bekas


Yang saya lakukan dengan kedua bahan diatas cukup sederhana. Kardus bekas sepatu saya lepas tutupnya, kemudian bagian dasar dan keempat sisi bagian dalam dus saya lapisi dengan potongan majalah bekas (yang sebelumnya sudah saya lapisi dengan selotip --supaya lebih awet dan nggak gampang sobek. Yup, prosesnya mirip ketika kita akan melaminating kertas gitu).

Setelah bagian dalam kardus tertutup rapi, saya mulai memotong halaman majalah bekas dengan lebar 10.5 cm (sesuai tinggi dus). Lalu masing-masing potongan saya gulung membentuk pipa kecil dan dilem ujungnya (saya butuh 1.5 buah Glue Stick). Kemudian pipa tersebut saya tempelkan satu persatu di permukaan dinding luar dus memakai lem tembak (saya butuh 1 batang lem) sampai seluruhnya tertutup.

Sampai disini kalian bisa berhenti dan wadah nic nac siap digunakan.


Tapi jika kalian punya sisa kain yang lucu, silakeun menjahitnya untuk dijadikan pelapis wadah. Kayak begini:



Gampang, yes?
Semoga menginspirasi.

Salam,
Vina Revi

Patchwork, please

Beberapa sewing craft yang berhasil saya kerjakan dengan memanfaatkan sisa kain yang mulai menumpuk di keranjang. Yep, kalau udah bingung mau ngapain dengan fabric scraps, paling gampang larinya memang ke patchwork sih, ya.

Anyway, maka inilah.
Semoga bermanfaat.

1. Patchwork Needle Book






Saya belajar cara bikin Needle Book diatas dari blognya Amy. Sebenernya yang saya pasang ini adalah percobaan yang kedua. Jadi yang pertama dulu (sekitar satu minggu setelah punya mesin jahit) hasilnya kurang memuaskan karena peralatan (dan terutama ehk, skill) saya kurang memadai. 

Sehingga dari tutorial Amy yang hasilnya sebenernya sangat cute itu proses pengerjaannya sengaja saya modifikasi disana sini demi menyesuaikan dengan kondisi. 

Pertama, faktor rolling cutter. Alat tersebut sangat membantu untuk memotong kain secara lurus. Tapi berhubung saat itu saya belum punya, jadi aja potongan kainnya sengaja saya bikin besar-besar (dari yang seharusnya ukuran 1.5" --sekitar 4cm-- cm saya rubah menjadi 6 cm) biar lebih gampang dipotong pake gunting. Ehk.

Kedua, faktor skill. Amy ngajarin cover depan buku dikasih hiasan aplikasi (dan sedikit bordiran). Tapi berhubung saat itu --boro-boro masang aplikasi dan apalagi ngbordir-- sedangkan ngjahit lurus aja masih banyak zig zagnya, maka akhirnya saya putuskan untuk membiarkan cover depannya kosong melompong. 

Jadi ya nggak heran kalau hasilnya lumayan. Lumayan lasut, maksudnya. Kegedean aja gitu untuk ukuran sebuah Needle Book. Tapi ah, namanya juga nyoba, pan. Btw, ini saya upload fotonya aja, deh. Sekalian sebagai bukti bahwa pantang menyerah itu hukumnya memang KUDU. Tsah.



2. Patchwork Metal Frame Purse


Sebelum membuat dompet patchwork yang ini, saya sempet nyobain yang pake kain biasa. Lebih cepet prosesnya, memang. Tapi konsekuensinya kita memang harus bisa memilih kain yang motifnya strong biar nggak keliatan ndeso. Dan terus terang, hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan. Perlu latihan. *yang beberapa kali terjebak memilih kain ---yang keliatan bagus ketika di toko--- tapi setelah diproses jadi bahan craft hasilnya kok jadi mirip jahitannya Yu Jumariah gini?*


Oh, saya belajar bikin dompet kayak gini dari blognya Caila. Mulai dari cara bikin pattern-nya sampai gimana ngjahitnya. Sumpe, she is awesome!

3. Tempat nic nac


Dibuat dari 9 buah kantong jeans, 12 buah kain berbentuk bujur sangkar masing-masing ukuran 15x15cm (sebagian saya memakai potongan jeans yang bagian kaki), 1/2m kain untuk background dan 1/2m batting. 

4. Pin cushion


Ini tergolong project setengah jam jadi. Super gampang dan beneran nggak ribet. Pola lingkaran saya ambil dari bekas kipas Kayla (si sulung) yang udah nggak kepake. Isian memakai busa (?), er apa sih nyebutnya yang buat dipake isi boneka itu? 

Saya belajar dari postingannya Regina Lord yang kreativitasnya seru banget itu. Style-nya cocok banget sama selera saya. Jadi aja begitu saya kesasar di blognya, betah aja muter-muter disana.

---

Btw, hari ini kalian bikin apa?
Boleh liat kah?
Terima kasiiiiih ... ^^

Salam,
Vina Revi

4 Ide Daur Ulang Wadah Bekas Susu (Milk Jug)

Yang bingung mau ngapain dengan wadah bekas susunya (emang mau ngapain?), semoga postingan ini berguna dan menginspirasi. Ou, in case ada yang nanya,"Botol susu yang kayak gimana sih yang dimaksud?"

Yang kayak dibawah ini  ...



1. Wadah Alat Jahit
Jika sering kelabakan nyari dimana letak gunting, benang, jarum dan sodara-sodaranya, coba mulai sekarang dibenahi lagi penempatannya. Organisasikanlah secara rapi dimana letak masing-masing barang tersebut. Atau kalau mau lebih praktis, simpan seluruh perlatan menjahit dalam satu container.



2. Wadah Peralatan Craft
Yang hobby bikin craft pasti punya banyak peralatan kecil-kecil. Container ini pas banget untuk menyimpan alat-alat tersebut. Pisahkan sesuai jenisnya biar lebih gampang dicari.


3. Luggage Tag
Cocok buat mereka yang hobby traveling.


4. Book Mark
Entah kenapa, saya tuh sering banget kehilangan bookmark. Padahal saya bukan tipe yang slebor kalau baca buku. Maka dengan membuatnya dari bahan daur ulang semacam ini, rasa gemes karena berkali-kali kehilangan pembatas buku (yang artinya juga buang-buang uang) bisa sedikit terkurangi. *emak-emak perhitungan*



That's it.
Empat ide untuk memanfaatkan wadah bekas botol susu.
Semoga bermanfaat.

ps. Sebenernya beberapa tahun yang lalu saya pernah juga bikin charger station dari bekas wadah susu. Tapi ini tadi saya ngubek Random Snippets kok belum ketemu aja postingannya. Ntar deh saya update lagi kalau udah ada link-nya. Terima kasih. ^^

Salam,
Vina Revi

Miss Hanbok

Oke, kreasi ini sebenernya sangat simple. Nggak ada yang istimewa. Cuman pembatas buku biasa aja, kali. Dimana saya yakin sebagian besar orang bisa membuatnya. Nah, tapi justru disitulah point saya. Karena menurut saya, postingan craft akan terasa lebih berguna jika orang lain (yang membaca) nggak keburu ilfil dengan kerumitannya.

Baiklah.
Jadi ini loh kreasi yang mau saya pamerin dari hasil mendaur ulang kardus bekas cereal:

Pembatas buku 'Miss Hanbok'


Bahan yang saya pakai: 
- Kardus bekas cereal (Kellog's)
- Gunting
- Cutter 
- Modeler's Knife (optional)
- Pensil 
- Spidol (saya pake Snowman Permanent Marker G)
- Cat poster
- Kuas

CARA.
1. Kardus cereal dibuka. Ratakan. 
Gambarlah bentuk Hanbok yang diinginkan di bagian dalam kardus (yang berwarna coklat).
ps. Silakeun jika ada yang berniat menjiplak design Miss Hanbok saya ini, ya. Sebagai gantinya, cukup tulis link ke postingan saya ini (jika kalian akan menguploadnya di blog masing-masing), kok. Terima kasiiiiih. ^^
2. Setelah puas dengan sketsa yang dibuat, tebalkan dengan spidol. 
3. Potong design Miss Hanbok sesuai garis spidol.
ps. Nggak usah terlalu sempurna. Hey, it's art!
4. Cat dengan warna sesuai selera.
5. Biarkan kering

Kalian bisa berhenti disini.
Atau meneruskannya dengan melaminating Miss Hanbok.
Selesai, deh. Pembatas buku Miss Hanbok pun siap dipakai.


Egg carton, mau diapain?

Terus terang saya lebih sering mati gaya kalau disuruh mendaur ulang kardus bekas wadah telur. Bingung aja mau diapain gitu. Karena saya nggak kepengen bikin craft dari egg carton yang cenderung hanya bisa dimanfaatkan sebagai mainan (sebangsa caterpillar -dan berbagai jenis hewan lainnya) atau hiasan (bunga, wreath, dll) tanpa ada sisi fungsionalnya sama sekali.

Sampai kemudian saya kepikiran untuk membuat wadah imut (literally loh ya ini) yang bisa dimanfaatkan untuk mengorganisir barang-barang kecil (saya menyebutnya printilan) misalnya jepit, peniti, anting, cincin, koin, dll. 

Ini penampakannya:


ps. Koin pecahan 50 dan 10 Won di Korea itu ukurannya 2cm.

Sehingga bisa kebayang bahwa wadah yang saya buat ini memang imut, kan?
Tapi sekali lagi, size doesn't matter lah ya kalau udah membahas soal fungsi. *apa, sih?*

Baiklah.
Bagi yang tertarik membuatnya, ini detailnya.

BAHAN.
- Kardus bekas tempat telur
ps. Saya memakai yang model begini:














- Gunting
- Cat poster 
- Kuas

CARA.
1. Egg carton dipotong, ambil bagian yang mengerucut (cone). Rapikan potongan cone. Ulangi sampai jumlah cone yang diinginkan terpenuhi.


2. Cone yang sudah rapi silakeun dicat dengan warna sesuai selera. 
Biarkan kering (sekitar 10-15 menit).
3. Selesai. Cone siap dipakai.




3D Heart Origami

Berawal dari keinginan untuk memanfaatkan sisa potongan kertas bentuk memanjang (stripe) yang mulai menumpuk di pojok meja craft, maka saya mulai browsing how to make simple origami di youtube. Akhirnya setelah membuang waktu sekitar setengah jam nguplek nyari dan nontonin berbagai video origami yang nggak semuanya bagus itu, saya menemukan sebuah video pendek berisi teknik origami untuk membuat hati (heart) tiga dimensi. Bahan yang dibutuhkan: kertas yang dipotong memanjang (stripe). Yes!

Maka saya pun mulai membuatnya. 
Percobaan pertama, nggak terlalu sukses. Bentuknya pletat pletot nggak karuan. Saya mencoba lagi. Ternyata masih nggak bagus. Alih-alih berbentuk tiga dimensi, hasil bikinan saya mah kempes aja gitu. Nggak banget. Tapi being me, pantang menyerah sampai berhasil dong, ya. Dan akhirnya setelah percobaan kesekian dimana bentuk hatinya menjadi semakin keren (menggelembung cantik dengan lekukan yang sempurna) aih, ternyata saya ketagihan, Sodara! Sumpe, beneran asli nggak bisa berhenti bikin aja gitu.

Sehingga setelah beberapa jam anteng duduk bersila ngelipetin stripe, inilah hasilnya:


Belum saya itung berapa jumlah persisnya, sih. Kayaknya belum sampai tiga ratusan. Namun tampaknya kefrenzyan ini masih akan terus berlanjut sampai persediaan kertas saya habis atau er sampai saya bosen dan beralih sementara ke prakarya kertas lainnya. Jadi kans untuk mengoleksi 3D heart origami sampai ribuan tampaknya akan bisa tercapai lah ya. Ehk. Ini salah satu jenis prakarya yang sangat calming bagi seorang obsesif kompulsif macam saya, soalnya. *grin*

Ou, sebagian hati ada yang saya buat menjadi simple card semacam ini:


Gimana, tertarik mencobanya juga kah?
Silakeun. Tapi hati-hati, ketagihan.

[DIY] Tempat Bando


Prinsip membuatnya sangat sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga nggak rumit. Yang perlu diperhatikan:  gunakan kaleng bekas dengan diameter yang cukup lebar (setidaknya lebih dari 12-13 cm). Kenapa? Karena kalau diameter kalengnya kekecilan, bando-bando (ukuran normal) yang dipasang akan bolak balik melorot. Percayalah, saya sudah membuktikannya. ^^

Bagi yang tertarik membuatnya, ini detailnya:

BAHAN.












- Kaleng bekas, diameter lebih dari 12-13 cm
- Kertas bermotif atau kain perca
- Gunting
- Lem
- Hiasan (saya memakai adhesive ribbon)

CARA.
Saya nggak memotret step by stepnya secara detail. Karena kayaknya hanya dengan melihat hasil akhirnya udah bisa ditebak gimana cara bikinnya, kan. Prinsipnya: potong kertas (atau kain) sesuai dengan ukuran kaleng. Lingkarkan kertas sampai menutupi kaleng sambil di-lem. Hias dengan pita (atau apapun sesuai selera). And voila! Tempat bando dari kaleng bekas. Sumpe, sepuluh menit jadi ... ^^


[Prakarya Daur Ulang] Memanfaatkan Kertas Bekas


Bagi yang selama ini rajin mengikuti postingan-postingan saya di Random Snippets pasti tahu bahwa saya cukup sering membuat prakarya dari barang-barang bekas. Nah, kali ini saya akan membagi langkah-langkah menyulap kantong belanja kertas (paper bag) -bahkan yang sudah kusut sekalipun- menjadi sebuah hiasan gantung (wreath) yang keren.


BAHAN:
- Kantong belanja coklat (atau bisa juga pakai majalah bekas), pokoknya yang penting kertas
- Card box yang lumayan tebal (saya memakai dus bekas wadah botol jus)
- CD bekas
- Gunting
- Glue Gun
- Spidol, pensil 
- Pita, tali, atau apapun terserah yang penting bisa dipakai buat ngiket gitu
- 

CARA:
1 Membuat base
Jiplak CD di atas card box tebal. Gunting sesuai pola. Buat lingkaran dengan diameter lebih kecil diatas cardbox yang barusan digunting tadi (saya pake gelas, demi alasan kepraktisan. Ketimbang ribet nyari jangka). Potong sesuai pola. Hasil akhir akan menjadi seperti yang tertera di gambar no 4. Cardbox ini akan kita pakai sebagai alas untuk menempelkan gulungan kelopak bunga.


2 Menyiapkan kelopak bunga
Remas-remas paper bag sampai kusut. Saya sengaja melakukannya untuk mendapatkan tekstur yang lebih alami. Setelah tercapai level kekusutan yang diinginkan, buka remasan kertas, ratakan kembali. Buat pola spiral diatas kertas, gunting sesuai garis. Notes: saya cuma satu kali menggambar pola spiral diatas kertas. Selanjutnya saya mengandalkan feeling aja gitu, dengan mengguntingnya tanpa memakai pola. Lebih praktis.


Gulung spiral dari ujung luar menuju ke pusat (arah dalam). Ulangi proses tersebut sampai tercapai jumlah kelopak yang dinginkan. Dalam kasus saya: butuh sekitar 23-25 buah kelopak bunga (berbagai ukuran). Ou,   lebar kertas yang saya pakai ukurannya bervariasi. Yang paling besar 20x20 cm, yang terkecil sekitar 12x12cm. Yang perlu dicatat: saya nggak memakai ukuran pasti untuk masing-masing lebar kertas. Lebih messy lebih bagus.

3 Menata kelopak bunga
Setelah semua kertas selesai digulung, mari kita mulai menatanya diatas cardbox. Jangan lupa beri lubang kecil diatas cardbox untuk menyelipkan pita. Dengan menggunakan glue gun, lem saya tembakkan diatas cardbox baru kemudian kelopak bunga saya tekan diatas lem tersebut. Tips: Mulailah dari kelopak bunga yang besar baru kemudian beranjak ke kelopak bunga yang lebih kecil. 


Lakukan sampai seluruh cardbox tertutup kelopak bunga. Atau kalau mau lebih kreatif, sisakan sebagian ruangan sehingga tekstur cardbox masih terlihat. Selipkan pita di lubang yang telah kita siapkan sebelumnya. Ikat membentuk pita. Wreath siap digantung.


(iya, saya belajar step by step bikin Paper Rose kayak begini dari blog beliau)

Notes.
In case tertarik dengan postingan-postingan dibawah ini yang juga sama-sama memanfaatkan kertas bekas, silakeun klik pada masing-masing gambar, ya. Notes ini akan terus saya update jika ada postingan lain yang berhubungan.

- Pembatas buku Miss Hanbok dari bahan kardus bekas cereal-



-3D Hearts Origami-


[Prakarya Anak] Hand Prints



Prakarya anak yang cukup gampang untuk dieksekusi.
Bahan-bahannya nggak ribet. Proses pembuatannya juga cepat.
Dan yang jelas, anak-anak dijamin senang karena merasa dibolehkan main kotor secara legal.



BAHAN:
- Kertas warna
- Cat acrylic
- Kuas
- Gunting
- Hiasan (saya memakai pita)
- Glue Gun

CARA:1. Buat pola baju diatas kertas



2. Gunting diatas kertas warna yang akan kita pakai sebagai 'baju'

3. Tempelkan pola baju yang sudah tergunting rapi diatas kertas. 

4. Telapak tangan dan kelima jari anak dicat dengan warna yang diinginkan. Langsung tempelkan tangan anak di kertas yang ada tempelan bajunya. Lakukan beberapa kali sampai membentuk rok rumbai. Jika perlu, telapak tangan bisa dicat ulang. Biarkan cetakan tangan kering diatas kertas. 



Kemudian beri hiasan sesuai kreativitas masing-masing.


Ide: postingan Kimber-Leigh tentang Ballerina Theme untuk B'day Party anaknya.

Salam,
Vina Revi

Memanfaatkan sisa pita


Punya banyak sisa pita yang tidak terpakai kah?
Dan kemudian mati gaya mau bikin apa dengan pita-pita tersebut?

Ini salah satu ide dari saya:
Men-touch up Tudung Lampu




CARA.
1. Pilih jenis dan warna pita yang akan dipakai, susun sesuai selera
Tips. Gunakan pita dengan berbagai warna dan ukuran
2. Ukur pita sesuai dengan tinggi tudung lampu
3. Design tatanan pita yang sudah tersusun rapi direkatkan dengan isolasi.
Tujuan. supaya lebih mudah dalam proses menempel
4. Rekatkan ujung-ujung pita ke badan tudung lampu memakai glue gun
(bagian tengah pita tidak perlu dilem supaya hasil akhirnya tidak kaku)
5. Selesai

Salam,