Baby Blues dan Postpartum Depression

Pasca melahirkan banyak wanita yang mengalami mood swings. One minute they feel happy, the next minute they start to cry. Mereka akan mengalami perasaan depresi, kesulitan untuk berkonsentrasi, selera makan yang berubah (bisa lebih banyak atau berkurang sama sekali), jadi susah tidur meskipun si bayi tidur nyenyak, gampang tersinggung, timbul perasaan sedih dan bersalah. Biasanya semua keluhan ini akan terlihat sekitar 3-4 hari setelah melahirkan dan berlangsung sampai sekitar beberapa hari sesudahnya.

Jika Anda adalah seorang new Mom dan mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas, artinya Anda mengalami baby blues. Sebetulnya ini merupakan hal yang normal dan akan hilang dengan sendirinya sekitar 10-14 hari setelah melahirkan. Tapi ada juga yang mengalami gejala yang lebih berat dan berlangsung lebih lama. Nah ini yang dinamakan dengan postpartum depression.

What is postpartum depression?
Postpartum depression adalah sebuah penyakit, seperti halnya diabetes atau kelainan pada jantung. Ini bisa disembuhkan melalui therapy, lingkungan yang mendukung dan obat-obatan misalnya antidepressant.

Gejala-gejala postpartum depression:
  • Sering sedih
  • Sering menangis
  • Gelisah, mudah tersinggung dan panik
  • Kurang menikmati hidup
  • Kehilangan selera makan
  • Jadi tidak bertenaga dan malas melakukan berbagai hal
  • Difficulty sleeping, termasuk susah tidur, gampang terbangun dari tidur atau tidur lebih banyak dari biasanya
  • Merasa tidak berguna, selalu khawatir dan perasaan bersalah yang berlebihan
  • Mengalami penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba
  • Merasa bahwa hidup tidak ada gunanya
  • Tidak terlalu bahagia dengan kehadiran si bayi
Meskipun ada sebagian wanita yang langsung merasa tertekan setelah melahirkan, ada juga yang baru akan merasakannya setelah beberapa minggu atau bulan kemudian. Perasaan depresi yang terjadi setelah 6 bulan setelah melahirkan kemungkinan besar adalah merupakan suatu postpartum depression.

Tidak jarang, ada beberapa kasus yang mengarah kepada postpartum psikosis. Ini adalah suatu penyakit yang serius karena semua gejala postpartum depression akan timbul dan tidak jarang akan berakhir dengan menyakiti diri sendiri dan bahkan sampai membahayakan nyawa sang bayi. Jadi jika Anda mempunyai salah satu gejala yang sudah disebutkan di atas, you should talk with your doctor immediately!

Siapa yang bisa mengalami postpartum depression?
Postpartum depression bisa terjadi jika Anda pernah mengalami hal-hal dibawah ini:
• Previous postpartum depression
• Depressi yang tidak ada hubungannya dengan kehamilan
• Premenstrual syndrome (PMS) yang berat
• Hubungan pernikahan yang tidak harmonis
• Tidak mempunyai sanak saudara atau teman yang bisa diajak curhat
• Kehidupan yang sulit selama kehamilan atau sesudah melahirkan (misalnya mengalami penyakit berat selama kehamilan, bayi premature atau proses kelahiran yang complicated)

Mengapa wanita mengalami postpartum depression?
Penyebab yang pasti tidak diketahui. Yang jelas, perubahan hormon akan terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan. Perubahan hormon tersebut kemungkinan besar akan memproduksi suatu senyawa kimia di dalam otak yang akhirnya akan menyebabkan depresi.
Namun satu yang perlu digaris bawahi, feeling depressed doesn't mean that you are a bad person, that you did something wrong or that you brought this on yourself.

Sampai kapan postpartum depression berlangsung?
Semunya tergantung pada masing-masing individu. Ada sebagian wanita yang feel better dalam beberapa minggu, tapi ada juga yang mengalaminya sampai berbulan-bulan. Wanita yang mempunyai gejala yang lebih berat atau pernah mengalami depresi sebelumnya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih. Just remember that help is available and that you can get better.

Pengobatan apa yang paling tepat untuk postpartum depression?
Pengobatan postpartum depression hampir mirip dengan pengobatan yang dilakukan terhadap kasus-kasus depresi pada umumnya. Support, konseling (talk therapy) dan obat-obatan akan membantu. Diskusikanlah dengan dokter Anda tipe treatment yang mana yang paling cocok untuk Anda.

Jika menyusui, boleh minum obat antidepressant?
Jika Anda minum obat antidepressant, hal tersebut akan mempengaruhi air susu Anda. Jadi diskusikan dengan dokter Anda tentang hal ini. Si dokter akan bisa menentukan obat mana yang bisa digunakan selama Anda masih menyusui bayi Anda.

What can I do to help myself?
Jika Anda baru saja melahirkan dan tiba-tiba merasa sedih, blue, anxious, mudah tersinggung, lelah luar biasa atau gejala-gejala lain dari postpartum depression, ingatlah bahwa banyak para wanita lain yang juga mengalami hal yang sama. Anda tidak gila atau berubah menjadi gila! Dan sebaiknya Anda memang jangan pernah mempunyai pikiran demikian.

Dibawah ini ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda melewati postpartum depression:
• Cari teman atau saudara yang bisa diajak curhat
• Cari orang yang bisa membantu Anda untuk merawat bayi atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hal ini akan membantu Anda untuk bisa beristirahat.
• Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu bagi diri Anda sendiri, meskipun itu hanya berlangsung selama 15-20 menit/hari. Misalnya baca buku, jalan-jalan sekitar kompleks perumahan, mandi spa atau memanjakan diri di salon.
• Keep a diary. Setiap hari, luapkan emosi dan perasaan Anda. Ini adalah salah satu cara untuk mengeluarkan semua perasaan dan rasa frustasi Anda. So, buat para ibu yang termasuk Blogger sejati, it shouldn’t be an issue, yes?
• It's okay to feel overwhelmed. Kelahiran seorang bayi membawa banyak perubahan dan menjadi orangtua memang bukan suatu perkara yang mudah.
• You're not expected to be a ‘supermom’. Jujurlah pada diri Anda sendiri seberapa banyak yang bisa Anda lakukan dan jangan pernah ragu untuk minta bantuan kepada orang lain saat Anda membutuhkannya.

Special for Chicha.
Semoga bisa membantu ya, say!


No comments: