Showing posts with label dokter. Show all posts
Showing posts with label dokter. Show all posts

Dokter Korea (Korang Geanteng)


Saat memilih OBGYN yang baru di Korea –untuk menggantikan dokterku sebelumnya yaitu dr.Susan Melinda dari Melinda Hospital Bandung- , satu hal yang menjadi persyaratan utamaku adalah si dokter harus lancar berbahasa Inggris!

Jadi masalah jenis kelamin sudah nggak termasuk dalam hitunganku lagi. Mau dikasih OBGYN cowok juga hayuk aja lah , yang penting aku nggak harus berbahasa Tarzan saat konsultasi.

Duh, emang ribet saat belajar bahasa baru, ya?
Apalagi kalau alphabetnya beda semua . Makin pusing, euy ...
Makanya sampai hari ini, kemampuan berbahasa Koreaku masih pas-pasan.
Cuma cukup buat ngobrol ama supir taxi plus bayar belanjaan di supermarket aja dan belum bisa dipakai buat ngajar di sebuah universitas, misalnya.

Balik lagi ke soal OBGYN, akhirnya pilihanku jatuh kepada dr.Gwan.
Awalnya sih sempet kaget pas ketemu si dokter pertama kali.

Lah, kok dokternya kurang ganteng?

Dalam bayanganku, dikirain bakal dapet seorang OBGYN bertampang minimal kayak Lee Byung Hun gitu, sih. Maksudnya biar aku bisa sering-sering check up meskipun nggak ada keluhan apa-apa ...

Dasar bumil gila!

Tapi yo wis lah, nggak pa pa. Akhirnya aku terima aja si dr.Gwan ini menjadi OBGYNku.
Soalnya daripada dapet dokter ganteng tapi bloon, kan mending pilih yang cakepnya standar tapi kemampuannya menjanjikan. Dan terbukti, saat konsultasi pertama terjadi, aku cukup puas dengan bahasa Inggris sang dokter dan kemampuannya, tentu saja! Minimal bahasa Inggris si dokter lumayan buat dijadikan oase-ku karena selama beberapa bulan aku udah muntah-muntah belajar Korea dan hasilnya nggak ngerti-ngerti juga.

Selain itu, dia juga sabar banget. Ngomongnya pelan, nggak berapi-api.
m’Agus –suamiku- juga cocok ama dr.Gwan ini, kok.
Jadi meskipun tampangnya jauh dari Lee Byung Hun, nggak pa pa, kan?

ps. photo was taken by Kayla
on May 6, 2008 at 11.40am
(tadi siang)

Efek Samping Hair Dryer

Seriously, I can't live without my hair dryer!
Karena selaen rambutku bakal keliatan kayak Simba si Raja Hutan klo gak di-blow, aku juga langsung pusing klo kepalaku dibiarkan dalam keadaan basah terlalu lama. Kecentilan, memang!

Tapi info dari Centres for Disease Control yang menyatakan bahwa terpaan suara yang lebih dari 85 desibel atau lebih (mostly hair dryer berkekuatan 75-80 desibel) secara terus menerus bisa menyebabkan hilangnya pendengaran secara permanen di masa datang lumayan bikin aku deg-degan!

Karena itu artinya aku terancam budeg klo gak segera mengurangi frekuensi pemakaian hair dryer, dong?

Kata mereka juga, yang dimaksud dengan terpaan terus menerus itu adalah pemakaian secara konsisten sampai delapan jam. Oke, jadi klo biasanya aku pake hair dryer sekitar lima belas menit sampai setengah jam per harinya, berarti aman?
Ternyata jawabannya adalah
enggak!

Karena melakukan blow dry 10 menit setiap hari juga punya resiko terjadi kerusakan permanen pada akhirnya.

Kata ahlinya, sebaiknya kita nggak nyalain TV ato radio saat ng-blow. Alasannya, suara hair dryer bakal bikin kita makin mengencangkan volume TV atau radio. Ati-ati juga klo pas pake hair dryer trus tiba-tiba telinga kita kerasa sakit ato berdenging, karena itu artinya suara hair dryer terlalu keras!

Tapi klo pengen terus pake hair dryer, pilih yang punya kekuatan suara kurang dari 70 desibel. Sekedar catatan, watt listrik bukan tanda kerasnya suara hair dryer. btw, ternyata kita bisa memeriksa angka desibel ini pada kemasan hair dryer saat membelinya, loh.

*waduh, dus bekas bungkus hair dryer-ku kemana, ya?* ...

Photo by. Tondo Susanto

Rahasia Awet Muda!


Sebenernya, apa sih yang terjadi saat seseorang mencapai orgasme?
Dan kenapa juga orang selalu memburu orgasme saat berhubungan seks?

Konon, energi itu kayak kumparan (kundalini, dalam yoga) yang bergerak berputar dari tubuh bagian bawah ke atas, yang menghasilkan energi basal/potensial yang dalam ilmu kedokteran disebut energi astral/etheric energy.

Tenaga potensial tubuh inilah yang menggerakkan sistem cairan darah, getah bening, enzim, hormon, saraf, mengatur metabolisme secara umum.
Nah, yang paling penting adalah menyediakan stem cell, yaitu sel cikal bakal calon sel-sel jaringan atau organ tubuh. Semakin lancar penyediaan stem cell ini, tubuh akan lancar melakukan regenerasi, bertahan tetap awet sehat dan muda.

The life energy of human being adalah energi astral ini.

Ketika kita berada dalam keadaan horny, atau biar lebih sopan sebaiknya aku sebut ‘saat gairah seks mulai bangkit’, energi astral bergerak naik ke tubuh bagian atas, ke arah kepala dan kemudian menstimulasi otak. Pusat cortex dan sistem limbik (yang mengatur mood atau suasana hati) di otak ikut tervibrasi. Getaran ini kemudian mengaktifkan denyut jantung dan sekresi hormon.

Ada dua hormon yang berperan penting saat foreplay yaitu hormon cortisol -hormon yang diproduksi saat stress panjang/lama- dan adrenalin -yang diproduksi kala stress singkat. Sekresi cortisol dan adrenalin diredam ketika keadaan makin memanas.

Jika gairah terus meningkat hingga tercapainya orgasme, maka hormon endorphin akan keluar. Hormon endorphin ini dikenal sebagai morfin tubuh, yaitu hormon yang berefek sensasi rasa nyaman dan dikenal sebagai the young power hormone.

Dengan orgasme, maka tercapai produksi endorphine yang optimal sehingga tubuh mengalami relaksasi yang intens dan rasa nyaman yang luar biasa. Selaen sensasi aman, energi basal juga menstimulasi produksi stem cell yang artinya pasokan bahan baku untuk peremajaan sel juga bertambah!

Ehm, jadi kesimpulannya klo ada orang yang selalu keliatan awet muda berarti kemungkinan besar dia punya kehidupan seks yang luar biasa …

Hair Dryer bikin congek?


Seriously, I can’t live without my blow dryer!
Karena selaen rambutku bakal keliatan kayak Simba si Raja Hutan klo gak di-blow, aku juga langsung pusing klo kepalaku dibiarkan dalam keadaan basah terlalu lama.
Kecentilan, memang! …

Tapi info dari Centres for Disease Control yang menyatakan bahwa terpaan suara yang lebih dari 85 desibel atau lebih (mostly hair dryer berkekuatan 75-80 desibel) secara terus menerus bisa menyebabkan hilangnya pendengaran secara permanen di masa datang bikin aku deg-degan!

Hiiiy, berarti aku terancam budeg klo gak segera mengurangi frekuensi pemakaian hair dryer, dong? …

Kata mereka juga, nih, yang dimaksud dengan terpaan terus menerus itu adalah secara konsisten sampai delapan jam. Oke, klo biasanya aku pake hair dryer sekitar lima belas sampai setengah jam per harinya, berarti aman?

Ternyata jawabannya adalah enggak!

Karena melakukan blow dry 10 menit setiap hari juga punya resiko terjadi kerusakan permanen pada akhirnya. Damn!

Wah, brarti laen kali klo pas lagi pake hair dryer trus tiba-tiba telingaku kerasa sakit ato berdenging, artinya suara hair dryer-ku terlalu keras. Kata ahlinya, sebaiknya kita nggak nyalain TV ato radio saat ng-blow. Alasannya, suara hair dryer akan membuat kita makin mengencangkan volume TV atau radio.

Tapi klo kita pengen terus pake hair dryer, pilih yang punya kekuatan suara kurang dari 70 desibel. CatatanWatt listrik bukan tanda kerasnya suara hair dryer. Periksa angka desibel ini pada kemasan hair dryer saat membelinya.