Saat pindahan dari KCC Park Town ke Global Hall pada hari Minggu (kuturut Ayah ke kota) tanggal 24 Agustus 2008 yang lalu, kami dibantu oleh Reza, Azar, Nanang dan Widhi. Tiga orang yang disebut pertama itu berjenis kelamin laki-laki sehingga bertugas dalam meng-handle barang. Sementara Widhi yang notabene adalah satu-satunya bidadari di sarang penyamun bertugas untuk bantu bangunin Reza pake telpon. Aku kurang jelas itu maksudnya Reza ditelpon ato digetok pake telpon.
foto. ki-ka: Azar, Widhi, Reza yang siap dengan sumpitnya, Nanang
Mereka semua adalah mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program PhD di Konkuk University dan termasuk yang diajar oleh ayahnya Kayla.
Btw, soal angkut mengangkut. Sumpah, aku nggak nyangka kalo 50 dus yang super banyak itu ternyata bisa dibawa masuk ke dalam apartemen hanya dalam jangka waktu kurang dari 1 jam! Gila banget efisiennya, kan?
Tapi bagus juga, sih. Jadi hari itu kita bisa menuju restoran lebih cepet untuk brunch. Sungguh, terima kasih banyak untuk uluran tangannya ya, oom dan tante!
btw, aku doain semoga pada jadi PhD yang mabrur, deh. Cepet kelar kuliahnya. Jadi cepet merit juga, kan?
Sekali lagi, terima kasih banyaaaaaaaaaaaaak ...
di bawah ini adalah koleksi foto yang merekam suasana huru hara saat pindahan
Mood bersih-bersih yang jadi turun drastis, karena berpikir toh mau jungkir balik ngeberesin kayak apa, hasilnya tetep aja masih berantakan.
Kegiatan memasak yang berubah kacau (karena alat-alat masak udah banyak yang di-pack) sehingga akhirnya lebih sering berujung dengan beli makanan siap santap di resto deket apartemen ketimbang ribet di dapur.
Jadwal mandi yang meningkat menjadi 4 kali sehari karena keringat luar biasa dan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap syarap syarap.
Oke, kemungkinan terburuk apalagi yang bisa terjadi saat sibuk nyiapin pindahan?
*Sumpah, aku salut ama para istri tentara yang mungkin dalam satu tahun bisa pindah sebanyak 4-5 kali itu (atau lebih?)! Karena nggak kebayang beres-beresnya, bow!*
foto. suasana di salah satu sudut rumah yang (kini) kayak kapal pecah!