Showing posts with label tutorial. Show all posts
Showing posts with label tutorial. Show all posts

Cara Bikin Ruffled Mini Wallet


Bentuknya yang mungil dijamin akan menarik perhatian young crowds. Apalagi kalau kita memakai kain yang coraknya colorful serta motifnya ditabrak tubruk. Score!






Aku ngeliat tutorial ini pertama kali di Free Spirit Fabric.
Tapi karena enggak langsung mempraktekannya, akhirnya lupa. Ehk.
Dan baru hari ini kepikiran lagi untuk mengeksekusinya, deh.

So, anyway.
Let's get started.

WHAT YOU'LL NEED.


Potong:
- Kain luar (merah maroon): (2) 4" x 6"
- Interfacing (di bawah kain maroon): (1) 4" x 6"
- Pockets (orange): (2) 4.5" x 4"
- Ruffles (design kain yang senada atau sekalian di-mix match): (3) 7" x 2.25"
- Strap (orange): (1) 12.25" x 2"

Note: Di foto ini, strap ditunjukkan dengan kain orange. Tapi nanti di proses pengerjaannya, aku memutuskan untuk menggantinya dengan kain polkadot item. *perlu di-mention biar nanti enggak membingungkan*


Pasang fusible interfacing di kain luar.



Kain untuk kantung dilipat jadi dua (yang ukuran 4"). Jahit tindas bagian yang dilipat. Pasang velcro di bagian kain yang enggak ada jahitannya (raw edge). Jarak dari raw edge 1/2".


Seterika kain ruffles di bagian 12.25" menjadi bentuk memanjang.


Setel mesin jahit dengan ukuran jahitan dan tension paling besar.
Trus jahit kain ruffles di bagian raw edge-nya.


Nantinya si kain akan mengeriput kayak foto di atas.

Okay, sekarang ruffles tersebut kita jahit di kain bagian luar yang udah kita kasih interfacing.


Perhatikan posisi pin yang aku taruh di sisi kanan dan kiri kain. Itu fungsinya sebagai tanda bagian tengah. Nantinya pin ini akan berguna sebagai marking penempatan ruffles. 


Lakukan langkah yang sama kayak kedua foto diatas dengan sisa ruffles yang ada (total ada 3 tumpuk ruffles).

Okay, sekarang mari kita bikin strap.
Notes: Foto strap di bawah ini aku pake kain warna orange. Tapi pada prosesnya aku memutuskan untuk menggantinya dengan kain polkadot item. Demikian penjelasannya supaya enggak membingungkan pemirsa. ^^




Ketiga foto diatas menunjukkan gimana caranya aku bikin strap dari kain ukuran 12.25" x 2".
Pertama: kita lipat kain jadi dua. Lalu lipatan dibuka lagi. Lipat kain dari sisi kiri dan kanan ke arah tengah (guideline-nya si lipatan yang barusan kita seterika sebelumnya). Langkah ketiga: lipat kain sehingga raw edge-nya berada di bagian dalam. Seterika sampai licin.

Sekarang strapnya kita pasang di kain yang udah dipasangi ruffles.


Di bagian ruffles yang paling atas, taruh strap. Posisikan supaya strap menutupi jahitan ruffles. Dan yang lebih penting lagi, posisi strap jangan sampai melebihi pin yang tadi kita taruh di tengah. 


Jahit tindas kedua sisi strap. 


Ambil sisa strap. Jahit tindas sisi kanan dan kirinya.
Pasang di atas ruffles.


Ambil kantung yang ada velcro-nya. Pasang di kain luar (yang enggak dikasih kain keras) dengan posisi raw edge (yang enggak ada top stitch-nya) menghadap keluar. (foto di atas bisa di-zoom biar lebih jelas).


Posisikan kain yang ada ruffles-nya dengan kain kantung dengan sisi benar saling berhadapan.


Jahit sekeliling dengan menyisakan lubang sekitar 2-3 cm di salah satu sisinya,
Potong ujung-ujungnya.


Balikkan kain melalui lubang yang kita sisakan tadi.


Jahit lubang dengan slip stitch. Aku prefer menutupnya dengan jahit tangan supaya lebih rapi hasilnya.

And you're done.
Happy sewing!


Pyramid Pouch Tutorial


Ini pas banget buat dijadiin gift.
Karena proses bikinnya cepet.
Tadi dalam 45 menit aku bisa jahit 4 buah pouch.


Tips: Supaya bentuknya lebih kokoh, kain bisa dilapisi fusible interfacing dulu atau simply pilih kain yang berbahan dasar tebal sebangsa laminated cloth atau canvas.





Baiklah.
Yuk sekarang maree detailnya.

INGREDIENTS.
(1) kain untuk luar 26cm x 15 cm
(1) kain untuk daleman 26cm x 15cm
1 zipper ukuran 15-20cm (nanti bisa dipotong kalo kepanjangan), kalo aku kebetulan pake zipper yang pas ukurannya. Jadi enggak perlu motong-motong lagi.
1 pita (lebar 1-1.5cm) panjang 15 cm, buat pegangan (ini optional, sebenernya)

HOW TO.

-Pasang zipper-



Setelah zipper dijahit, lipat supaya sisi jelek kain luar dan dalaman berhadapan.


Kain luar dilipat ke arah bagian atas zipper.


Kain dalam juga dilipat ke bagian atas zipper.

Intinya: ng-sandwich zipper aja gitu.




Okay, proses pemasangan zipper selesai.
Sekarang berlanjut menjahit bagian sisinya.

Posisikan kain supaya zipper berada di tengah.
Persis kayak foto di bawah ini.


Pasangi pin, trus dijahit.


Nah, yang agak tricky adalah menjahit sisi yang satunya.
Caranya: posisikan zipper supaya sejajar satu sama lain. Pin.


Jahit dari ujung ke ujung dengan menyisakan lubang sekitar 3-4 cm.
Tips: aku pasangin pin sebagai tanda bagian yang enggak dijahit.
Ou, dan jangan lupa zipper dalam kondisi terbuka.


Balikkan kain melalui lubang 3-4 cm yang kita sisakan tadi.
Jahit lubang sampai tertutup.
Rapikan.

And you're done!


Ada pertanyaan?
Please feel free untuk menuliskannya di kolom comment.
Dan aku akan berusaha menjawabnya ASAP.

Happy sewing!

Sassy Apron


Sassy Apron ini memang merupakan project ambisius untuk seseorang yang baru dua minggu belajar pegang mesin jahit (dimana bahkan untuk masang benang aja nggak bisa sampai harus riset dulu via youtube biar ngerti caranya). Sedangkan bagi yang berpengalaman, bikin celemek kayak begini mah gampang lah, ya. Sambil merem pun jadi.

Itulah sebabnya di awal tadi saya bilang ambisius karena terbukti dari percobaan pertama yang gagal dimana ukuran apron saya ternyata kurang lebar. Jadi paha dan panggul saya keliatan aja gitu. Ehk. 'Ini celemek apa taplak, sih?', pikir saya. Dan setelah ditelusuri ternyata kesalahannya sepele. Yaitu karena saya meletakkan waistband pada bidang 18" padahal seharusnya 22".

Jadi pesan moralnya: ambisius boleh asal bikin polanya yang teliti.

Di bawah ini saya sertakan beberapa langkah cara membuatnya. Tapi untuk versi yang lebih lengkap, silakeun klik blog-nya Jona aja, ya. Saya belajar dari sana, soalnya. Oh, dan jangan lupa: sebelum motong-motong dan apalagi ngjahit-jahit si kain, sebaiknya baca dulu tutorial (milik Jona itu) sampe jereng. Semata-mata biar nggak salah gunting atau keliru penempatan aja. Kayak saya. Kecuali kalau memang pada niat mau bikin taplak loh, ya.

SASSY APRON
BAHAN.


- 0.5 m kain (untuk ikat pinggang)
one fat quarter** (untuk body)
** kalau menurut hasil riset saya: one fat quarter itu sama dengan 18"x22" yang jika disentimeterkan menjadi 46cmx56cm. Tapi terus terang, lebar kain yang saya pakai untuk body (pada foto diatas) adalah sekitar 60cmx47cm. Intinya: nggak usah terlalu perfect. Cari aja ukuran ngpas badan masing-masing.

CARA.
Kain 0.5 meter dipotong memanjang jadi tiga buah dengan ukuran lebar @15cm. Tip: mengikuti petunjuk dari Jona, kain saya potong sekitar 2cm, kemudian saya sobek memanjang. Selain mempercepat waktu pengerjaan (ketimbang motong pake gunting), kain juga nggak terlalu mbrudhul.



Ambil satu buah kain ukuran 15 cm, potong sesuai dengan lebar body apron. 


Kedua kain tersebut dijahit. Diseterika ke arah luar. Trus di-top stitch.
Detail caranya, silakeun ke blognya Jona.





Sekarang kita bikin ikat pinggangnya.
Potongan kain dengan lebar 15 cm disambung dengan cara dijahit. 



Habis itu ikat pinggang ditempel di body apron. Detail caranya, silakeun ke blog-nya Jona. Dia jauh lebih bisa mendeskripsikan langkah-langkahnya dengan lebih mudah. Kalau versi saya, complicated. ^^




Setelah semua pieces terjahit sempurna, sekarang saatnya untuk menyeterika seluruhnya sampai licin. Dan kemudian pose! Buat bahan postingan.


Happy sewing,
Vina Revi