Showing posts with label kain. Show all posts
Showing posts with label kain. Show all posts

Patchwork, please

Beberapa sewing craft yang berhasil saya kerjakan dengan memanfaatkan sisa kain yang mulai menumpuk di keranjang. Yep, kalau udah bingung mau ngapain dengan fabric scraps, paling gampang larinya memang ke patchwork sih, ya.

Anyway, maka inilah.
Semoga bermanfaat.

1. Patchwork Needle Book






Saya belajar cara bikin Needle Book diatas dari blognya Amy. Sebenernya yang saya pasang ini adalah percobaan yang kedua. Jadi yang pertama dulu (sekitar satu minggu setelah punya mesin jahit) hasilnya kurang memuaskan karena peralatan (dan terutama ehk, skill) saya kurang memadai. 

Sehingga dari tutorial Amy yang hasilnya sebenernya sangat cute itu proses pengerjaannya sengaja saya modifikasi disana sini demi menyesuaikan dengan kondisi. 

Pertama, faktor rolling cutter. Alat tersebut sangat membantu untuk memotong kain secara lurus. Tapi berhubung saat itu saya belum punya, jadi aja potongan kainnya sengaja saya bikin besar-besar (dari yang seharusnya ukuran 1.5" --sekitar 4cm-- cm saya rubah menjadi 6 cm) biar lebih gampang dipotong pake gunting. Ehk.

Kedua, faktor skill. Amy ngajarin cover depan buku dikasih hiasan aplikasi (dan sedikit bordiran). Tapi berhubung saat itu --boro-boro masang aplikasi dan apalagi ngbordir-- sedangkan ngjahit lurus aja masih banyak zig zagnya, maka akhirnya saya putuskan untuk membiarkan cover depannya kosong melompong. 

Jadi ya nggak heran kalau hasilnya lumayan. Lumayan lasut, maksudnya. Kegedean aja gitu untuk ukuran sebuah Needle Book. Tapi ah, namanya juga nyoba, pan. Btw, ini saya upload fotonya aja, deh. Sekalian sebagai bukti bahwa pantang menyerah itu hukumnya memang KUDU. Tsah.



2. Patchwork Metal Frame Purse


Sebelum membuat dompet patchwork yang ini, saya sempet nyobain yang pake kain biasa. Lebih cepet prosesnya, memang. Tapi konsekuensinya kita memang harus bisa memilih kain yang motifnya strong biar nggak keliatan ndeso. Dan terus terang, hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan. Perlu latihan. *yang beberapa kali terjebak memilih kain ---yang keliatan bagus ketika di toko--- tapi setelah diproses jadi bahan craft hasilnya kok jadi mirip jahitannya Yu Jumariah gini?*


Oh, saya belajar bikin dompet kayak gini dari blognya Caila. Mulai dari cara bikin pattern-nya sampai gimana ngjahitnya. Sumpe, she is awesome!

3. Tempat nic nac


Dibuat dari 9 buah kantong jeans, 12 buah kain berbentuk bujur sangkar masing-masing ukuran 15x15cm (sebagian saya memakai potongan jeans yang bagian kaki), 1/2m kain untuk background dan 1/2m batting

4. Pin cushion


Ini tergolong project setengah jam jadi. Super gampang dan beneran nggak ribet. Pola lingkaran saya ambil dari bekas kipas Kayla (si sulung) yang udah nggak kepake. Isian memakai busa (?), er apa sih nyebutnya yang buat dipake isi boneka itu? 

Saya belajar dari postingannya Regina Lord yang kreativitasnya seru banget itu. Style-nya cocok banget sama selera saya. Jadi aja begitu saya kesasar di blognya, betah aja muter-muter disana.

---

Btw, hari ini kalian bikin apa?
Boleh liat kah?
Terima kasiiiiih ... ^^

Salam,
Vina Revi

Melipat&merapikan kain, like a pro


Jika kalian menyukai sewing craft (yang tentunya berhubungan erat dengan minat belanja kain yang juga cukup besar), pasti akan paham dengan situasi dimana ruang kerja kalian menjadi super duper berantakan oleh tumpukan kain yang acak adul nggak jelas.

Kayak begini:


ps. Suasana lintang pukang diatas beneran terjadi di craft room saya karena seminggu terakhir ini saya keasikan membuat berbagai macam kreasi sehingga nggak sempet beberes. Intinya: jadi bukan karena saya dengan sengaja mengamburadulkan tumpukan kain demi ilustrasi postingan. Ehk. Just saying. 

Maka semalam saya pun meluangkan waktu sejenak untuk merapikan tumpukan kain yang beneran asli bikin mata sepet itu. Sepet, lima, enam, tujuh. Karena basically, saya paling nggak tahan melihat suasana berantakan. Bagi yang nggak percaya dengan pernyataan barusan, silakeun check gudang saya ini. *halagh, ujungnya promo aja*

Dan setelah ngdeprok selama kurang lebih dua setengah jam, maka inilah hasilnya:



TADAAAAAA ....!!!

Bagi yang tertarik untuk melakukannya juga, berikut ini yang dibutuhkan:
1. Penggaris dengan lebar minimal 10cm (bisa diperoleh di craft store atau toko buku).
Note. Tidak disarankan memakai potongan dus atau buku atau semacamnya meskipun bentuknya melebar. Karena berdasarkan pengalaman, kedua benda tersebut dan atau sebangsanya agak sulit untuk digeser-geser diantara lipatan kain.
2. Gunting
3. Niat dan kemauan yang cukup besar

Cara.
Berhubung saya paling susah disuruh nerangin, maka ini saya selipkan foto step by stepnya. Semoga dengan foto ini, keterangan saya yang mungkin (nantinya) terdengar belibet akan lebih mudah dipahami.


Jadi intinya adalah ambil kain yang akan dilipat/dirapikan. Gunting bagian kain yang sekiranya nggak bisa dipakai lagi. Letakkan penggaris diatas kain yang akan dilipat secara vertikal. Lipat kain membungkus penggaris. Keluarkan penggaris dari kain tanpa merubah lipatannya. Kemudian posisikan penggaris secara horizontal. Lipat kain mengikuti penggaris. Keluarkan penggaris. Dan maka akan terbentuk lipatan-lipatan kain dengan lebar yang seragam.

Happy folding!



Sampul buku dari kain

Update. September 24. 2015
Ketika pertama kali mengupload tutorial cara membuat sampul buku dari kain ini (bulan Juli 2013), terus terang aku nggak menyangka jika traffic-nya akan setinggi sekarang. Sehingga ketika belakangan menyadarinya, maka aku pun berusaha memposting tutorial baru dimana foto-foto dan deskripsinya jauh lebih bagus (menurutku). Ehk.

http://www.vinasnippets.com/2015/07/fabric-book-cover-sampul-buku-dari-kain.html
Silakeun klik pada foto di atas kalau pengen ngeliat postingan baru tersebut, ya.

Tentu saja dengan harapan agar pembaca yang udah kesasar kemari nggak kecewa karena bisa menemukan tute yang bagus dan nggak membingungkan. Tapi ternyata, traffic pada postingan ini masih aja tinggi. 

Maka baiklah.
Pada akhirnya monggo terserah para pembaca aja mau memilih tute yang mana (untuk diikuti). Yang lama ini, boleh. Yang baru, boleh. Bebas. Karena intinya mah aku cuma pengen semua pembaca yang main ke Random Snippets itu bisa seneng. Aaw ...

Demikian.
Terima kasih.
Sekian update dari saya.


***

CARA MEMBUAT SAMPUL BUKU DARI KAIN


Sebenernya ini craft yang udah jadi sejak lama (dua? tiga bulan yang lalu?). Cuman emang telat posting aja. Keinget untuk mengunggahnya pun karena Shanti (ex MPers dengan ID: myshant) request tutorialnya ketika kami bales-balesan comment di Facebook. Maka inilah. Semoga bermanfaat.


SAMPUL BUKU dari KAIN

Bahan.
- Kain
- Gunting 
- Benang dan jarum (atau mesin jahit, jika punya)
- Meteran

CARA.
1. Ukur buku yang akan disampul. 
Pertama: ukur tinggi buku ditambah 2 cm.


Kedua: ukur lingkar buku ditambah 2cm.


2. Potong tiga lembar kain sesuai dengan tinggi dan lingkar buku yang barusan kita ukur tadi. Tips: Pakailah kain dengan motif tabrak tubruk. Biar lebih nyeni.

3. Ambil satu lembar kain. Bagi dua dan kemudian dipotong secara vertical. Kemudian lipat masing-masing potongan menjadi dua (masih secara vertical). Sisihkan.


Kira-kira bentuk lipatannya kayak gini. Semoga nggak membingungkan, ya.

4. Sekarang posisikan kain dengan susunan sebagai berikut:
Kain pertama dengan posisi benar menghadap keatas. Disusul dengan dua buah kain yang sudah dilipat dan diletakkan pada sisi kiri dan kanan (penting: bagian yang terlipat berada di bagian dalam, sementara yang terbuka berada di pinggir). Terakhir, kain ketiga dengan posisi benar menghadap ke bawah.



Check dan re-check sekali lagi susunannya. Jangan sampai posisi benar terbalik dan atau bagian kain yang terlipat berada di pinggir. Setelah yakin dengan susunannya, silakeun mulai menjahit melingkar tapi sisakan sekitar 5-7 cm.



Bagian yang dibiarkan terbuka ini akan dipakai sebagai tempat untuk membalikkan kain. Jadi usahakan agar lebarnya cukup untuk dilalui sumpelan kain.


Melalui lubang 5-7 cm tadi, tarik keluar kain yang berada di dalam sampai seluruhnya berada diluar (posisi benar berada diluar).

5. Setelah kain dibalik, jahit bagian yang berlubang sampai tertutup rapat.


Kemudian seterika kain sampai licin.
Dan sampul buku dari kain pun siap dipakai.


Salam,
Vina Revi

Sassy Apron


Sassy Apron ini memang merupakan project ambisius untuk seseorang yang baru dua minggu belajar pegang mesin jahit (dimana bahkan untuk masang benang aja nggak bisa sampai harus riset dulu via youtube biar ngerti caranya). Sedangkan bagi yang berpengalaman, bikin celemek kayak begini mah gampang lah, ya. Sambil merem pun jadi.

Itulah sebabnya di awal tadi saya bilang ambisius karena terbukti dari percobaan pertama yang gagal dimana ukuran apron saya ternyata kurang lebar. Jadi paha dan panggul saya keliatan aja gitu. Ehk. 'Ini celemek apa taplak, sih?', pikir saya. Dan setelah ditelusuri ternyata kesalahannya sepele. Yaitu karena saya meletakkan waistband pada bidang 18" padahal seharusnya 22".

Jadi pesan moralnya: ambisius boleh asal bikin polanya yang teliti.

Di bawah ini saya sertakan beberapa langkah cara membuatnya. Tapi untuk versi yang lebih lengkap, silakeun klik blog-nya Jona aja, ya. Saya belajar dari sana, soalnya. Oh, dan jangan lupa: sebelum motong-motong dan apalagi ngjahit-jahit si kain, sebaiknya baca dulu tutorial (milik Jona itu) sampe jereng. Semata-mata biar nggak salah gunting atau keliru penempatan aja. Kayak saya. Kecuali kalau memang pada niat mau bikin taplak loh, ya.

SASSY APRON
BAHAN.


- 0.5 m kain (untuk ikat pinggang)
one fat quarter** (untuk body)
** kalau menurut hasil riset saya: one fat quarter itu sama dengan 18"x22" yang jika disentimeterkan menjadi 46cmx56cm. Tapi terus terang, lebar kain yang saya pakai untuk body (pada foto diatas) adalah sekitar 60cmx47cm. Intinya: nggak usah terlalu perfect. Cari aja ukuran ngpas badan masing-masing.

CARA.
Kain 0.5 meter dipotong memanjang jadi tiga buah dengan ukuran lebar @15cm. Tip: mengikuti petunjuk dari Jona, kain saya potong sekitar 2cm, kemudian saya sobek memanjang. Selain mempercepat waktu pengerjaan (ketimbang motong pake gunting), kain juga nggak terlalu mbrudhul.



Ambil satu buah kain ukuran 15 cm, potong sesuai dengan lebar body apron. 


Kedua kain tersebut dijahit. Diseterika ke arah luar. Trus di-top stitch.
Detail caranya, silakeun ke blognya Jona.





Sekarang kita bikin ikat pinggangnya.
Potongan kain dengan lebar 15 cm disambung dengan cara dijahit. 



Habis itu ikat pinggang ditempel di body apron. Detail caranya, silakeun ke blog-nya Jona. Dia jauh lebih bisa mendeskripsikan langkah-langkahnya dengan lebih mudah. Kalau versi saya, complicated. ^^




Setelah semua pieces terjahit sempurna, sekarang saatnya untuk menyeterika seluruhnya sampai licin. Dan kemudian pose! Buat bahan postingan.


Happy sewing,
Vina Revi

[DIY] Mini Mannequin


Okay, jadi project ini bukan murni ide saya melainkan milik Debbie Shore. Maka credit lebih pantas ditujukan untuknya yang memang amazing. Bukan ke saya. Hal ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa saya cukup berbesar hati untuk mengakui mana craft hasil serapan sana sini dan mana yang benar-benar merupakan kreasi saya. Intinya: meletakkan sebuah link sebagai tanda apreasiasi itu penting, Jenderal!

Anyway (forgive my English. Tapi kesannya kok lebih keren aja gitu kalau pake anyway), yang justru pengen saya ceritakan disini adalah bahwa sebagian besar bahan yang saya pakai untuk membuat mannequin ini adalah barang bekas. Bagi yang rajin baca Vina Pages pasti ngeh bahwa saya memang hobby ng-craft dengan bahan daur ulang.

Baiklah.
Jadi mari kita data satu persatu barang bekas apa aja yang saya pakai untuk membuat kayak beginian, ya:


1. Kepala mannequin
Saya buat dari paper clip bekas yang diulir secara acak. Er, alasan sebenarnya karena si paper clip ternyata rada keras, deng. Jadi aja (saya) ngulirnya acak.


2. Tancepan mannequin
Memakai pensil kayu gimmick dari YBM. Itu salah satu tempat kursus Inggris di Seoul yang lumayan populer. Dulu Kayla dapet dari sekolahnya, kayaknya. Dimari emang banyak tempat kursus yang promo ke sekolah-sekolah dengan cara ngasih gimmick kayak gitu.


3. Landasan Mannequin
Pake pot bekas. Tadi saya cuci dulu biar bersih. Ehk. Masih banyak sisa tanah yang nempel, soalnya.


Lalu si potnya saya sarungin kain. Itu sebenernya cempal (?) buat mug yang saya buat dua hari yang lalu. Tapi berhubung motifnya matching sama mannequin ini, maka udah aja sekalian saya manfaatkan untuk menutupi pot yang cenderung plain.

Trus apalagi, ya?
Oh, isian mannequin. Yang kemudian akan saya sebut dengan sumpelan, ya.

4. Sumpelan Mannequin
Jadi mannequin ini saya isi dengan sebagian kapas (yang biasa buat sumpelan boneka sehingga jika ditekan rasanya lembut) dan sebagian potongan tas plastik. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya barusan meng-infuse tas plastik (postingan menyusul) dan banyak potongan tas plastik yang tersisa. 



Dan akhirnya, terbentuklah sebuah mannequin lucu yang bisa saya manfaatkan sebagai tempat jarum pentul dan berbagai alat jahit lainnya:



Atau bisa juga dipakai sebagai tempat gantungan anting. 
The possibilities are endless! 


Jadi hayuuuuk mari kita bikin mannequin bareng! 
Kebetulan saya masih ada delapan buah mannequin yang belum disumpel, niy.


Karena saya masih menimbang-nimbang either akan beli kapas di toko craft langganan atau menunggu hibahan tas plastik dari tetangga dan teman untuk menyumpelnya. Ehk. Ini bukan cheap. Melainkan karena udara diluar udah mulai dingin dan terus terang saya males keluar. Intinya: menerima sumbangan sumpelan, deh. Halagh.

Salam,
Vina Revi

[Patchwork] Tali kamera

Halooo ... Gimana? Udah pada nyobain bikin camera strap cover yang beberapa hari lalu saya posting kah? Sip. Nah, kalau gitu sekarang nyobain bikin yang versi quilt gini, yuk. 


Bahan yang dibutuhkan: 
- Berbagai jenis kain sesuai selera
- Gunting
- Benang dan jarum

Simple, kan?
Prinsipnya sederhana: potongan kain (ukuran 11.5cm x 6 cm) sebanyak 11 buah disambung secara memanjang dengan cara dijahit. Kemudian masing-masing ujung ditangkupkan satu sama lain (masih dengan posisi memanjang). Udah gitu aja. Lalu jadi, deh ... ^^

Note. Sekali-kali saya ng-skip tutorial yang biasanya saya tulis secara detail, ah. Soalnya udah capek-capek nulis dan mikir, tapi ternyata lebih banyak yang memilih diem kalau baca tutorial saya. haha. 

Baiklah,
Jadi sampai ketemu pada craft berikutnya, ya!

Salam,
Vina Revi