Showing posts with label Korea. Show all posts
Showing posts with label Korea. Show all posts

Dak-kang-jeong: Ayam ala Korea

Meskipun udah hampir setahun meninggalkan Korea (karena harus bedhol desa ke Australia), ternyata sampai detik ini anak-anakku masih sering kangen makanan-makanan Korea. Apalagi Keiva (si bungsu) yang notabene memang lahir dan dibesarkan disana. Lidahnya telanjur Korea, kayaknya. Ehk. Jadi memang susah hilapna.

Maka akhirnya sang emak pun sibuk nyari-nyari resep 닭강정 (Dak-kang-jeong): Ayam Goreng ala Korea yang berbalut soysauce dan brown sugar. Yup. Mari kita mulai dengan masakan (Korea) yang simple dulu, yes. Karena pssst --ini rahasia diantara kita--: selama 8 tahun tinggal di Seoul, aku hampir enggak pernah masak makanan Korea. Jadi kalau pas pengen makan makanan Korea ya langsung ngesot ke restoran aja gitu. Kebetulan kami sekeluarga memang doyan jajan, soalnya. Halagh.

Dan in case ada yang nanya: "Jadi lalu kenapa di Melbourne enggak jajan di restoran Korea aja ketimbang repot bikin sendiri?" Maka jawabannya: Kalau dulu jaman di Seoul mah emang beneran kami tinggal ngesot aja gitu kalau mau apa-apa dan kemana-mana. Semuanya serba deket karena apartment kami terletak di tengah kota (ke Lotte World 5 menit, ke Dongdaemun 20 menit, ke Hangang Tukseom 8 menit, you get the idea). Tapi setelah pindah ke Melbourne dan (syukurlah) akhirnya menemukan rumah yang nyaman di suburb, kayaknya kok memang agak rempong kalau harus selalu ngesot ke city timbang pengen ng-Dak kang jeong.

Anyway.
Maka inilah resep si 닭강정 hasil nyari-nyari tersebut (bukan googling karena ini aku temukan di majalah lama yang somehow kebawa di salah satu dus buku yang aku shipping ketika pindahan).

Meskipun jujurly kalau dilihat dari citarasa aku mengaku bahwa ternyata masih lebih enak Dak-kang-jeong bikinan si bapak Gamaro Chicken di bawah apartement kami dulu jaman masih di Seoul. Ehk. Tapi sekadar untuk obat rindu (tsaah, rindu!), bolehlaaaah ...

Yuk, resepnya.


Bahan:
1-2 butir telur ayam (tergantung besar kecilnya)
2 sdm minyak sayur
7-8 buah sayap ayam, potong 2
minyak sayur, buat menggoreng

Bahan kering (aduk rata):
75 gr tepung terigu
40 gr tepung maizena
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk (aku pake merica hitam)
1/4 sdt soda kue
1/2 sdt cabai bubuk (chilli flakes)

Saus:
150 ml air
125 gr brown sugar
6 cm jahe, iris tipis
2 1/2 sdm kecap asin (soy sauce)
1 1/2 sdm cuka

Taburan:
chilli flakes
wijen
walnut panggang, cincang

Cara:
Campur bahan kering, telur dan minyak.
Gabrukkin ayam, balik-balikkan sampai ayam tertutup adonan.

Goreng ayam dalam minyak banyak dan panas sampai matang dan kecoklatan. Angkat. Tiriskan di atas kitchen paper atau serbet bersih. Sisihkan.

Saus: Didihkan semua bahan kecuali cuka. Angkat. Tambahkan cuka dan ayam. Aduk sampai semua ayam kena balutan saus.

Taburi bahan taburan. Sajikan hangat.

Happy cooking!



Resep nyontek dari : FEMINA No.08/XLII, 22-28 Februari 2014, hal 90.

Karena memang masih tampak siang sih, ya

Dua minggu yang lalu, beberapa teman TK Keiva, si bungsu, main ke rumah yang mana (tentu saja) ditemenin ibunya masing-masing. Dan yang saya maksud dengan beberapa itu adalah hampir satu kelas (seriously! Rumah saya jadi mirip PAUD kemaren. Rameeee banget. Tapi saya seneng. Pake banget). 

ps. foto diupload seijiin emaknye masing-masing

Jadi sepulang sekolah (sekitar jam 2), mereka semua langsung berbondong-bondong ke rumah. Nah, lalu acara yang tadinya hanya berupa dolan-dolan biasa aja gitu eh ternyata berubah menjadi potluck party. Karena hampir semua ibu masing-masing bawa bondhotan. 

Ada yang ngoleh-olehin semangka, ada yang beliin tokpoki di JAWS bawah apate, ada yang beli snacks di Kokiri Mart (masih di bawah apate juga), ada yang bawain Sweet Potato Myeongga dari gumaguma (udah pernah cobain? Sumpe, enaaaaaaak!), satu pack Caprisun, satu box Cookies dari Costco, dll. Sementara dari saya sendiri, udah siap satu panci penuh berisi Bakso (request dari dua orang Moms yang bulan sebelumnya sempet main sendirian dan nyicip Bakso ala Vina dan ketagihan. Ehk!) dan dua loyang Kentang Keju (buat para krucils). Intinya: makanan yang tersedia untuk dicemil bersama jadi buanyaaaak.


ps. ketika saya mengambil foto mereka secara diam-diam, salah satu Moms yang memergoki saya sempet komentar,"Ini mau dimasukkin ke blog, ya??" Oh, tentunyaaaa, batin saya sambil nyengir. Buat apalagi, memangnya? 

Trus yang bikin lebih bahagia lagi (dan juga sangat saya hargai) adalah karena hampir semuanya turun tangan ikut membantu menyiapkan segalanya. Mulai dari yang mindah-mindahin segala oleh-oleh ke piring saji, motongin semangka, bukain dus Caprisun, dan seterusnya. Not to mention bahwa sesudahnya mereka masih cancut taliwondo nyuci piring segala, loh. Sumpe! Begini ini seharusnya sebuah pesta, ya. Dari semua untuk semua. Jadi kan Tuan Rumah nggak tepar sendirian. Ehk.

Anyway, setelah kenyang nyicip segala makanan yang tersedia, kami pun beranjak ke playground di bawah apate dan melanjutkan piknik serta ngobrol disana. Sayangnya, team udah nggak komplit karena ada beberapa anak yang harus pulang duluan. Ada les, kata emaknye. Ehk. 


Tanpa kerasa, kita duduk di bawah canopy playground sampe hampir jam 8 malam (karena summer maka siangnya lama) sambil cemal cemil dan haha hihi. Dan akhirnya rombongan pun bubar setelah salah satu ibu berinisiatif mengajak temen-temennya pulang. hihi. Padahal sebenernya yang lainnya masih betah kali, yaaa ...

Ah, tapi yang jelas saya senang. 
Ou, dan btw berbagai bungkus bekas makanan yang dibawa oleh para ibu itu akhirnya saya daur ulang menjadi beberapa item, loh. Mau tau apa aja? Monggo silakeun klik di postingan yang ber-tag: Recycle/Upcycle, ya. Halagh. Ujung-ujungnya dagang aja.

Salam,
Vina Revi

Titanic versi 2008


  • Tumpukan dus yang menggunung.

  • Koper-koper berserakan di seluruh penjuru rumah.

  • Mood bersih-bersih yang jadi turun drastis, karena berpikir toh mau jungkir balik ngeberesin kayak apa, hasilnya tetep aja masih berantakan.

  • Kegiatan memasak yang berubah kacau (karena alat-alat masak udah banyak yang di-pack) sehingga akhirnya lebih sering berujung dengan beli makanan siap santap di resto deket apartemen ketimbang ribet di dapur.

  • Jadwal mandi yang meningkat menjadi 4 kali sehari karena keringat luar biasa dan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap syarap syarap.
Oke, kemungkinan terburuk apalagi yang bisa terjadi saat sibuk nyiapin pindahan?

*Sumpah, aku salut ama para istri tentara yang mungkin dalam satu tahun bisa pindah sebanyak 4-5 kali itu (atau lebih?)! Karena nggak kebayang beres-beresnya, bow!*

foto. suasana di salah satu sudut rumah yang (kini) kayak kapal pecah!

Porsi Edan di Korea


Awalnya aku sempet shock saat iseng pesen mul-naeng-myon (bakmi gurih direndam pake es) di sebuah restoran Korea. Karena mangkok yang dipake untuk menaruh bakmi tersebut gedenya hampir sama kayak baskom di rumah yang biasa dipake si mbak buat nyuci beras.

Sumpe, bujubune gedenya!

Mungkin kalo suatu saat aku butuh ember buat mandiin Keiva, bisa minjem mangkoknya sebentar ke si pemilik resto, ya?

Tapi yang namanya porsi makanan di Korea memang menakjubkan. Amat sangat besar! Dan yang bikin heran (ato sirik, tepatnya), badan orang Korea jarang ada yang gendut meskipun makannya banyak. Jadi kesimpulanku soal kasus obesitas di Seoul adalah jika dihitung memakai skala sepuluh, cuma satu yang badannya memprihatinkan.

Hmm, mungkin karena pengaruh ginseng?
*wink wink*

foto. saat kami makan shabu-shabu di salah satu resto Korea.
bandingkan porsinya dengan badan Kayla!