Showing posts with label makeover. Show all posts
Showing posts with label makeover. Show all posts

How to Keep Your Sewing Room Organized


Ada banyak cara untuk menjaga ruang jahit tetap rapi. Berikut beberapa diantaranya yang aku excerpt dari pengalaman selama ini.

(1) Setiap kali selesai motong pola, kain HARUS langsung dilipet lagi, trus dibalikkin ke tempatnya semula. Demikian juga dengan kertas pattern. Kembaliin ke ziplock-nya masing-masing (aku nyimpen pattern di ziplock, soalnya).
Baru kemudian (2) Pindah ke mesin jahit untuk menjahit potongan kain. Jangan pernah mulai menjahit dulu kalau segala kain belum dilipet dan dibalikkin ke wadah asalnya.

(3) Sisa benang dan kain yang muncul selama proses menjahit HARUS selalu langsung masuk ke tempat sampah. Jangan digasrukin ke lantai. Atau bisa juga ditaruh di wadah tertentu, trus nanti bisa didaur ulang jadi bentuk craft lain.

(4) Taruh peralatan dan segala printilan lain dalam box tertentu atau tempat tertutup lainnya. Lebih bagus lagi kalau ada section tertentu yang didedikasikan sebagai terminal alat-alat (bisa laci, lemari atau semacam tool box gitu). Jangan dibiarkan berantakan di sekitar meja kerja/meja jahit. Atau bisa juga sekalian dipajang menjadi dekorasi ruangan.

(5) Repeat.

Semoga membantu.
Terutama bagi yang sama kayak aku. Meuni pabelatak kalo udah mroject.

ps. Tips akan diupdate kalau nanti ada tambahan lainnya seiring dengan berjalannya waktu (dan pengalaman). ^^

Supaya gudang nggak kayak 'gudang'

Gudang itu biasanya identik dengan ruang yang berantakan dimana segalanya serba disumpel-sumpelin, kotor dan jorok. Padahal kalau mau, sebenarnya kita bisa menata gudang agar tampak rapi. 

 foto. Vina Revi (dijebret pake HP)
Caranya sederhana.


Pertama.
Sediakan rak untuk menaruh barang-barang yang akan disimpan di dalam gudang.
Tips: Sebaiknya rak di-design dengan ukuran khusus sesuai gudang kita. Misalnya rak yang dibuat dengan tinggi mepet dengan langit-langit ruangan sehingga nggak ada space gudang yang terbuang.

Kedua.
Cari wadah/box yang sejenis baik dilihat dari segi bentuk maupun ukuran. Tujuannya: biar kalau ditata terkesan lebih rapi karena bentuknya seragam. 

Ketiga.
Jika sebuah barang ternyata nggak pernah dipakai lebih dari dua tahun, sebaiknya dihibahkan aja ke teman/kerabat yang membutuhkan. Nggak perlu disimpen lagi di gudang. Atau bisa juga bikin garage sale di depan rumah dan barang-barang yang jarang dipakai tersebut dijual dengan harga murah. Selain kita bisa mendapat uang tambahan, orang lain yang memperoleh barang kita juga akan merasa lebih puas karena mereka mendapatkan si barang bukan dengan cara gratisan. 

Keempat.
Bereskan gudang secara berkala. Karena sedisplin dan se-neat freak apapun, yang namanya entropy itu akan selalu naik. 

Happy cleaning!

ps. Kalau masih butuh referensi beres-beres yang lain: Meruntuhkan Mitos Sebuah Gudang

Meruntuhkan mitos sebuah gudang

Gudang itu nggak harus berantakan.
Tapi yang namanya entropy memang akan selalu meningkat sesuai dengan aktivitas penghuninya. Terbukti dengan penampakan Gudang Cadangan (total ada dua buah gudang) di apartment saya ini yang sumpe astaga sekali. Astaga amburadulnya.


Awalnya sih nggak kerasa ketika saya bragh brugh meletakkan berbagai barang disana, ya. Mulai dari nggabrukkin roll tissues, paper towel, art supplies, seterika uap model berdiri (yang ternyata lumayan makan tempat sehingga terus terang membuat saya berpikir untuk mewariskannya kepada yang berminat. Jadi, ada yang mau kah?), inline skate si Kakak, segala mainan Keiva, dan seterusnya. Intinya: banyak aja barangnya dan makin tidak terkontrol cara menyimpannya.

Maka yang saya lakukan kemudian tentu saja berusaha merapikannya. FYI: Tanpa harus misuh-misuh atau mengeluh loh, ya. Karena pada dasarnya saya memang hobby beres-beres. Lagipula kegiatan merubah sesuatu yang awalnya berantakan menjadi rapi jali itu memang salah satu therapy yang cukup bagus untuk manusia obsessive compulsive macam saya. Serius.

Kembali ke soal gudang.
Jadi yang saya lakukan untuk merapikannya:
1 Mengeluarkan seluruh barang yang ada disana.
Tujuan: untuk memudahkan menata ulang letak barang yang ada


2 Menyedot debu, mengepel serta menyikat lantai sampai bersih pol.
Note. Kalau cuma dipel, rasanya kurang puas. Jadi lantai perlu disikat juga.
3 Menyortir barang 
Saya menyortirnya menjadi dua bagian: 
(1) Barang yang jarang dipakai
(2) Barang yang lebih dari setahun tidak dipakai dan saya bisa hidup tanpanya. 

Untuk barang-barang yang masuk dalam katagori 1 saya tata ke dalam wadah yang nantinya akan dikembalikan ke gudang. Sedangkan barang-barang katagori 2* saya letakkan di dalam dus khusus, siap untuk dibuang. Kebetulan hari itu hari Rabu, hari buang sampah di kompleks apartment saya.

4 Yang terakhir: menata ulang letak barang

Dan setelah 1.5 jam bertungkus lumus inilah hasilnya:


Niat saya: mau cari karpet atau kursi kecil yang nyaman yang ukurannya pas untuk digelar di depan rak. Biar bisa duduk-duduk di dalam gudang aja gitu. Terutama ketika mentok mau ngapain ketika ber-me time. Ehk. 




Kesimpulan: Gudang itu boleh sesekali berantakan.
Tapi defaultnya harus tetep rapi.
Mereun.

Salam,
Vina Revi

Mempercantik Laundry Room

Project terbaru saya: membereskan ruang laundry.
Karena sungguh, saya nggak tahan melihat pemandangan seperti ini setiap hari.


Dengan ukuran ruang laundry yang cuma sekitar 1.5x2m dan dipenuhi dengan berbagai barang yang penempatannya makin acak adul dari hari ke hari (ehk, kadang-kadang saya bisa kumat malesnya buat beberes, kok), maka akhir minggu lalu saya pun memantapkan niat untuk mempercantik tampilan ruangan ini.

Yang saya lakukan:
1. Mengeluarkan seluruh barang yang ada disana, kecuali mesin cuci.
2. Menyedot debu secara detail (bagian bawah dan belakang mesin cuci tidak terkecuali) kemudian mengepel lantai sampai bersih.
3. Menata ulang letak perkakas (detail di bawah)
4. Menambahkan detail pernak pernik di dinding dan sekitar ruangan (masih berlanjut)

MENATA ULANG LETAK PERKAKAS
Peralatan dapur yang terletak berderet (dan berantakan) di lantai saya pindah ke rak gantung di kiri atas mesin cuci.


Bahan-bahan sebangsa detergent, pewangi, indoor food plant, etc saya tata di sebelah kanan mesin cuci.


Ini penampakan before-afternya:


Beberapa peralatan pembersih yang tidak muat ditaruh di rak di samping mesin cuci saya masukkan ke dalam keranjang rotan. Dan kayaknya keranjang rotan ini bakal menjadi project craft saya berikutnya. Lihat aja. Butuh di touch up, yes?


Kemudian lantai dapur yang sudah bersih saya gelari karpet.
Dan satu pot tanaman di pojok ruangan sebagai pemanis.


That's it.
Akhirnya sebuah laundry room yang rapi jali pun tercipata. Dan serius, bisa sekaligus dijadikan tempat nongkrong untuk mencari inspirasi. Kemarin saya sempat duduk-duduk disitu sambil minum susu coklat hangat plus main Jelly Defense, soalnya. Ehk.


ps. Sampai detik ini saya masih terus mengerjakan tambahan pernak pernik untuk menghias seluruh dindingnya. Postingan menyusul. ^^

Semoga menginspirasi.

Salam,