Showing posts with label patchwork. Show all posts
Showing posts with label patchwork. Show all posts

[Tutorial] Patchwork Pin Cushion

Dengan memanfaatkan sisa potongan kain, sedikit sumpelan fiber (yang biasa dipake buat 'isian' boneka dan atau mainan empuk lainnya) plus waktu sekitar 30-45 menit, maka hasilnya pin cushion yang satu ini.



Maka inilah tutorialnya.
Full dengan step by step fotonya.

===========

Potong 12 buah kain dengan ukuran 4x4 cm.
Tata dengan urutan sesuai selera.


Jahit tiga kain secara berbanjar satu persatu.


Habis itu diseterika.


Perhatikan arah lipatan ketika menyeterika.
Aturannya adalah kalau banjar pertama lipatannya ke kanan (terdiri dari 3 kotak), 
berarti banjar berikutnya (3 kotak juga) ke kiri. 
Lakukan selang seling sampai seluruh banjar selesai diseterika.

Ini tampak belakangnya, biar lebih jelas.


Habis itu jahit banjar paling bawah dengan banjar diatasnya.
Seterika.
Lalu jahit lagi banjar paling atas dengan banjar di bawahnya.
Seterika.


 Iya, dua-dua gitu.
Jadi ntar kita tinggal jahit bagian tengahnya.
Kayak gini.

ps. Setelah selesai dijahit, jangan lupa diseterika.


Ini penampakan bagian belakangnya.


Potong cotton batting dengan ukuran 1.5-2 cm lebih lebar dari patchwork.


Quilting patchwork sesuai selera.
Bisa pake tangan.
Atau pake mesin jahit.



Kebetulan aku pake dua-duanya.
Jadi sebelum diquilt pake tangan, aku jahit dulu pake mesin.
Ini hasil quiltingnya kalo diliat dari belakang.


Potong sisa cotton batting.


Potong kain sesuai ukuran patchwork.
Ini akan kita pakai sebagai alas (bagian dasar).


Tumpuk kain dengan sisi benar saling berhadapan.
Jahit keempat sisinya, tapi sisakan space sekitar 3-4 cm pada salah satu sisi.
Lubang tersebut akan kita pakai untuk tempat membalikkan kain.


Clip keempat pojokan patchwork.
Tapi jangan sampe jahitan ikut terpotong.


Balikkan kain melalui lubang 3-4 cm yang kita sisakan tadi.


Isi kapas/cotton fiber sampai tercapai keblendukan (haiyah, bahasa apa lagi ini?) yang diingankan. 


Setelah patchwork mblenduk sesuai selera, jahit lubang pake tangan.


Dan selesai!
Yay.

Happy sewing.



Sarung tali kamera, pake kantung

Okay. Sebenernya ini hampir mirip dengan Patchwork Camera Strap yang pernah saya bikin beberapa waktu yang lalu. Bedanya sekarang adalah di bagian talinya ada kantung yang berfungsi sebagai tempat tutup lensa. Sehingga dengan begini nggak akan ada lagi kejadian kita panik nyariin, "Tutup lensanya dimanaaaaa???" 


Foto dijebret pake HP.
Ehk. Karena kameranya kan buat model. Obvs.


Di bagian ujung saya kasih detail bunga. Biar lebih lucu aja gitu. Trus juga saya tambahin semacam fabric tag yang saya bikin dari pita. Kebetulan hasil sewing crafts saya selama ini kebanyakan memang saya kasih tag pita lurik hitam putih tersebut. Semacam signature.


Bagi yang tertarik untuk bikin juga, silakeun ke blog-nya Vanessa, ya. She did an awesome job, Sodara. Seriously. Jadi nggak fair rasanya jika saya menulis ulang step by stepnya (meskipun saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia) disini.

Ou, tapi btw Vanessa memakai ukuran inch (seperti lazimnya blog-blog sewing lain yang dimiliki oleh orang-orang di Amerika dan Eropa sana). Nah, berhubung I don't do inch, maka ukurannya saya konversi menjadi cm. 

Ini ukuran yang saya pakai:
26.5" = 68 cm
3.75" = 8.5 cm
Untuk patchwork yang pertama (start) = 15 cm

Begitu, ya.
Semoga bermanfaat.

Happy sewing,
Vina Revi

Patchwork Chair Cover

Setiap kali ditinggal suami dinas luar (kali ini ke Jerman selama lima hari), entah gimana saya justru sangat produktif. *no offense ya, Cinta* Produktif disini dalam artian banyak ide yang akhirnya bisa saya eksekusi.

Salah satu contohnya adalah Patchwork Chair Cover ini.


Karena terus terang saya mulai bosen dengan penampakan kursi komputer yang lama. Warnanya ungu polos gitu. Tanpa ada aksen apapun. Sebenernya udah kepikiran pengen bawa si kursi ungu ke tukang sofa langganan buat diganti kainnya. Tapi mengingat terakhir kali saya membayar hampir sekitar 1 juta Won (sekitar 12 juta Rupiah) ketika mengganti sarung sofa (ruang keluarga) disana, akhirnya saya mikir-mikir lagi. *emak-emak perhitungan*

foto. pojok fav saya di rumah

Maka googling lah saya untuk mencari ide dan (tentunya) tutorial bikin sarung kursi yang bener. Ternyata hasilnya nggak terlalu memuaskan. Atau lebih tepatnya karena saya sudah merasa terdiscourage duluan gara-gara prosesnya yang terlalu complicated lah (nggak cocok untuk newbie kayak saya), dan seterusnya. Akhirnya dari hasil riset tersebut, saya berusaha membuatnya sesuai dengan cara saya.

Dan inilah hasilnya.


Belum terlalu rapi, memang. Masih jauh dari bikinan mereka yang pro. Tapi untuk percobaan pertama, ehk, I am proud of myself. Dan lagian, setelah menghabiskan hampir lebih dari lima jam untuk trial and error bikin beginian, mosok sih mau mendisgrade diri sendiri? ^^

Ini sekilas proses cara saya membuatnya. Pertama, saya memotong kain dengan ukuran 10x10 cm. Tips: rolling cutter akan sangat berguna disini ketimbang memotong pake gunting biasa. Trus si kain saya susun sampai tercapai kombinasi yang diinginkan (jangan ditanya berapa kali saya mengubah-ubah susunan dan juga menggonta-ganti pilihan kainnya). Setelahnya kain saya jahit baris demi baris sampai membentuk patchwork dengan ukuran yang cukup untuk menutupi seluruh punggung kursi dan dudukannya. Trus kain saya adjust sana sini (baca: tarik sana sini) dan kemudian saya staples ke kerangka kursi. And that's it.

Anyway, tertarik untuk bikin sarung kursi DIY juga kah? Weits, kalo gitu please lemmeno gimana hasilnya, ya. Siapa tahu kita bisa saling bertukar ilmu. Karena sumpe saya suka belajar hal-hal baru. 

Happy DIY,
Vina Revi

Yang jangan dilakukan ketika bikin tas serut


Saya belajar bikin tas serut ini dari blognya Jeni. Seriously, she did an awesome job! Jadi kayaknya saya nggak perlu menulis ulang tutorialnya disini mungkin, ya. Monggo bagi yang tertarik bikin silakeun merujuk pada postingan Jeni.

Nah, cuma mungkin ada sedikit tips yang bisa saya bagi disini. Karena tujuan saya ngblog adalah untuk berbagi apapun. Termasuk diantaranya adalah membagi kesalahan-kesalahan yang saya lakukan ketika ng-craft. Sehingga dengan begitu kalian nggak perlu lagi melakukan kesalahan yang sama dan bisa langsung sukses dalam percobaan pertama. Trial and error itu bagian saya aja deh, ya. *halagh*

Oke, kembali ke soal 'apa yang JANGAN dilakukan'. 
Jadi ini tentang pemilihan kain untuk 'Main Exterior'. Sekadar saran, untuk mempermudah hidup kalian, sebaiknya pilih kain yang motifnya random. Sehingga akan lebih gampang mengguntingnya karena posisi kain bisa dibolak balik secara acak. Tapi jika kalian memilih kain yang motifnya searah (misalnya garis-garis atau gambar bunga satu arah seperti pada foto diatas), maka prosesnya memang menjadi sedikit lebih rumit. 

Contoh kain dengan motif random:


Contoh kain dengan motif searah:


Jadi sekali lagi, usahakan untuk memilih kain dengan motif random. Tapi jika kalian menyukai tantangan dan tetap pengen memakai kain dengan motif satu arah, maka ini beberapa pedoman yang bisa diterapkan:
1. Menggunting kain
Merujuk pada pola yang dikasih Jeni, dia ngasih ukuran 9"x22" untuk 'main exterior'. Nah, berhubung kurang pengalaman, saya keburu memotong kain dengan posisi kayak begini:


Padahal yang benar seharusnya begini:


Perhatikan posisi bunganya.
Jadi ukuran yang 22" itu nantinya akan menjadi lebar tas serut, sementara ukuran 9" akan menjadi tinggi tas serut. Jangan sampai kebalik kayak saya.

Ini mungkin memang keliatan gampang dan sangat obvious (terutama bagi yang berpengalaman). Tapi percayalah, tips ini akan sangat membantu bagi beginner sewer --kayak saya-- yang masih sering bingung untuk memposisikan kain secara baik dan benar.

2. Posisi kain
Nah, setelah kelar acara gunting menggunting, kita masuk ke proses bag constructions. Pastikan kain untuk main exterior diposisikan dengan arah yang berlawanan dimana bagian atas mengarah ke 'interior'.
Seperti ini:


Karena nantinya kain ini akan dilipat jadi dua sehingga posisinya memang harus berlawanan biar hasil akhirnya nggak nungging aja gitu.

Baiklah.
Sekarang udah siap untuk bikin tas serut? 
Bagus. Kalian emang keren.


Happy sewing, ya!

Salam,
Vina Revi

Patchwork, please

Beberapa sewing craft yang berhasil saya kerjakan dengan memanfaatkan sisa kain yang mulai menumpuk di keranjang. Yep, kalau udah bingung mau ngapain dengan fabric scraps, paling gampang larinya memang ke patchwork sih, ya.

Anyway, maka inilah.
Semoga bermanfaat.

1. Patchwork Needle Book






Saya belajar cara bikin Needle Book diatas dari blognya Amy. Sebenernya yang saya pasang ini adalah percobaan yang kedua. Jadi yang pertama dulu (sekitar satu minggu setelah punya mesin jahit) hasilnya kurang memuaskan karena peralatan (dan terutama ehk, skill) saya kurang memadai. 

Sehingga dari tutorial Amy yang hasilnya sebenernya sangat cute itu proses pengerjaannya sengaja saya modifikasi disana sini demi menyesuaikan dengan kondisi. 

Pertama, faktor rolling cutter. Alat tersebut sangat membantu untuk memotong kain secara lurus. Tapi berhubung saat itu saya belum punya, jadi aja potongan kainnya sengaja saya bikin besar-besar (dari yang seharusnya ukuran 1.5" --sekitar 4cm-- cm saya rubah menjadi 6 cm) biar lebih gampang dipotong pake gunting. Ehk.

Kedua, faktor skill. Amy ngajarin cover depan buku dikasih hiasan aplikasi (dan sedikit bordiran). Tapi berhubung saat itu --boro-boro masang aplikasi dan apalagi ngbordir-- sedangkan ngjahit lurus aja masih banyak zig zagnya, maka akhirnya saya putuskan untuk membiarkan cover depannya kosong melompong. 

Jadi ya nggak heran kalau hasilnya lumayan. Lumayan lasut, maksudnya. Kegedean aja gitu untuk ukuran sebuah Needle Book. Tapi ah, namanya juga nyoba, pan. Btw, ini saya upload fotonya aja, deh. Sekalian sebagai bukti bahwa pantang menyerah itu hukumnya memang KUDU. Tsah.



2. Patchwork Metal Frame Purse


Sebelum membuat dompet patchwork yang ini, saya sempet nyobain yang pake kain biasa. Lebih cepet prosesnya, memang. Tapi konsekuensinya kita memang harus bisa memilih kain yang motifnya strong biar nggak keliatan ndeso. Dan terus terang, hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan. Perlu latihan. *yang beberapa kali terjebak memilih kain ---yang keliatan bagus ketika di toko--- tapi setelah diproses jadi bahan craft hasilnya kok jadi mirip jahitannya Yu Jumariah gini?*


Oh, saya belajar bikin dompet kayak gini dari blognya Caila. Mulai dari cara bikin pattern-nya sampai gimana ngjahitnya. Sumpe, she is awesome!

3. Tempat nic nac


Dibuat dari 9 buah kantong jeans, 12 buah kain berbentuk bujur sangkar masing-masing ukuran 15x15cm (sebagian saya memakai potongan jeans yang bagian kaki), 1/2m kain untuk background dan 1/2m batting

4. Pin cushion


Ini tergolong project setengah jam jadi. Super gampang dan beneran nggak ribet. Pola lingkaran saya ambil dari bekas kipas Kayla (si sulung) yang udah nggak kepake. Isian memakai busa (?), er apa sih nyebutnya yang buat dipake isi boneka itu? 

Saya belajar dari postingannya Regina Lord yang kreativitasnya seru banget itu. Style-nya cocok banget sama selera saya. Jadi aja begitu saya kesasar di blognya, betah aja muter-muter disana.

---

Btw, hari ini kalian bikin apa?
Boleh liat kah?
Terima kasiiiiih ... ^^

Salam,
Vina Revi

[Patchwork] Tali kamera

Halooo ... Gimana? Udah pada nyobain bikin camera strap cover yang beberapa hari lalu saya posting kah? Sip. Nah, kalau gitu sekarang nyobain bikin yang versi quilt gini, yuk. 


Bahan yang dibutuhkan: 
- Berbagai jenis kain sesuai selera
- Gunting
- Benang dan jarum

Simple, kan?
Prinsipnya sederhana: potongan kain (ukuran 11.5cm x 6 cm) sebanyak 11 buah disambung secara memanjang dengan cara dijahit. Kemudian masing-masing ujung ditangkupkan satu sama lain (masih dengan posisi memanjang). Udah gitu aja. Lalu jadi, deh ... ^^

Note. Sekali-kali saya ng-skip tutorial yang biasanya saya tulis secara detail, ah. Soalnya udah capek-capek nulis dan mikir, tapi ternyata lebih banyak yang memilih diem kalau baca tutorial saya. haha. 

Baiklah,
Jadi sampai ketemu pada craft berikutnya, ya!

Salam,
Vina Revi